Menjadi ibu seperti Ibu

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Desember 2016
Menjadi ibu seperti Ibu

Terima kasih Ayah sudah memilih Ibu menjadi istrimu
Terima kasih telah memilih Ibu yang luar biasa
Terima kasih sudah menjadikan Ibu sebagai madrasah yang baik untuk kami, anak-anakmu

Aku tahu Ayah, jauh sebelum aku ada, engkau sudah mempertimbangkan banyak hal untuk memilih seorang pasangan. Bukan hanya untuk mengurusi segala hal tentang hidupmu, namun juga untuk anak-anakmu kelak. Anak-anak yang lahir dari rahim istrimu. Darah dagingmu. Engkau juga pasti memikirkan masa depan kami, anak-anakmu. Masa depan yang baik.

Masa depan yang baik dimulai dari memilih Ibu yang baik pula untuk kami. Aku tahu, engkaupun memikirkannya sebelum engkau menikah. Ketika engkau memilih Ibu, aku tahu bahwa engkau memang sudah mempertimbangkan bahwa Ibu akan menjadi madarasah yang baik untuk kami. Dan… Engkau benar, Ayah. Ibu menjadi madrasah yang baik untuk kami. Ibu memberi contoh yang baik pada kami. Ibu mengajari kami banyak hal tentang kebaikan hidup. Walaupun ada saja yang kurang baik. Namun, apa-apa yang kurang baik, engkau yang meluruskannya. Memang begitu'kan tugas seorang kepala madrasah? Terima kasih juga untukmu sudah meluruskan apa-apa yang salah pada Ibu sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kami. Terima kasih telah bersinergi mendidik kami dengan baik.

Baik engkau maupun Ibu juga secara tidak langsung mengajari kami bagaimana menjadi orang tua yang baik. Kelak, ketika kami berumah tangga, maka Ayah dan Ibulah yang akan menjadi contoh. Menjadi tauladan kami. Terutama aku sebagai anak perempuan. Maka, aku banyak sekali belajar dari Ibu. Aku ingin menjadi ibu seperti Ibu..
Terima kasih terbaik untukmu, Ibu. Maaf untuk segala cinta yang tak terkatakan, tapi aku tahu engkau tahu bahwa aku mencintaimu. Selalu..

  • view 188