17 agustus -2-

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 19 Agustus 2016
17 agustus -2-

- 17 agustus ep.2 -

‘Saya juga punya pertanyaan, Indonesia ada sejak dulu sebelum merdeka atau pada saat merdeka?’

‘Ngg.. Sejak sebelum merdeka, Kak.’

‘Ya. Indonesia ada sejak sebelum merdeka. Tanah Indonesia sudah ada, tapi Indonesia belum menjadi Indonesia seutuhnya sebab dijajah. Dan, kau tahu kan kenapa rakyat Indonesia mati-matian berjuang demi merdeka?’

‘karena dijajah itu tidak enak. Tidak bebas.’

‘Nah, itu. Sebab dijajah itu tidak enak. Ada hal lain juga yang dipelajari dari peristiwa kemerdekaan ini.’

‘Dan hal lain itu adalah…’

‘Adalah bahwa setiap manusia harus menjadi diri sendiri. Sebelum merdeka, Indonesia belum mengetahui apapun tentang ‘dirinya sendiri’. Indonesia belum memahami budayanya sendiri, belum memahami potensi alamnya, belum memahami kekuatannya sendiri. Sebab dijajahlah Indonesia mulai memahami bahwa dengan memahami ‘dirinya sendiri’, dia akan punya kekuatan. Ada sesuatu yang harus diperjuangkan dan dilindungi.’

Alam menjeda untuk membuat Uni memikirkan kalimatnya baik-baik.

 ‘Sama halnya dengan Indonesia berjuang demi kemerdekaannya, demi menjadi Indonesia seutuhnya, maka manusia juga harus begitu. Berjuang demi menjadi diri sendiri. Setiap manusia diberikan sesuatu yang lain daripada yang lain oleh Allah yang dinamakan kepribadian dan potensi.’

Alam menengok sebentar ke Uni. Mencari keseriusan Uni mendengarkan kalimat panjangnya.

‘Aku masih nyimak lho, Kak.’

‘Hehe. Oke. Saya lanjutkan. Waktu kecil kita selalu menirukan apa yang orang dewasa lakukan. Namun, sepanjang proses meniru itu kita akan menemukan apa yang menjadi kebiasaan kita dan apa yang paling nyaman untuk kita. Itu yang dinamakan kepribadian dan potensi. Tapi sayangnya, masih banyak dari kita yang belum memahami kepribadian dan potensi masing-masing sehingga tidak merasa bahagia, merasa tertekan. Ingin jadi orang lain yang seperti ini, seperti itu. Padahal dengan apa yang ada pada dirinya sendiri, itu sudah bisa membuat bahagia. Selama dia bisa memahami dirinya sendiri itu seperti apa.’

Alam sudah selesai dengan kalimatnya. Namun Uni belum juga merespon apa-apa. Tampaknya, Uni sedang memikirkan sesuatu.

‘Kalau begitu, orang yang belum memahami diri sendiri itu artinya masih dijajah, Kak?’

‘Hmm. Bisa jadi.’

‘Iya dong, Kak. Saat Indonesia dijajah, itu karena Indonesia belum memahami ‘dirinya sendiri’. namun setelah memahami ‘dirinya sendiri’, Indonesia berjuang demi kebebasannya menjadi ‘dirinya sendiri’. Jadi, sama seperti halnya Indonesia, orang yang belum menjadi diri sendiri itu artinya dia masih dijajah. Dijajah oleh keinginan-keinginannya menjadi seperti orang lain.’

‘Yaa. Kau anggap saja begitu. Udah yuk, pulang. Udah selesai tuh panjat pinangnya.’

‘Eh, udahan ya?’

‘Keasikan ngobrol sih.’

‘hahaha’

  • view 172