Ada apa dengan saya setelah AADC 2

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 April 2016
Ada apa dengan saya setelah AADC 2

AADC 2 berhasil membuat saya menahan perasaan yang nano-nano karena saya terbawa sekali dengan ceritanya. Pertama, karena Rangga yang super kece. Romantis ala Rangga itu romantis sekalii. Rangga adalah sosok ketiga dari tokoh fiksi yang saya sukai. Rangga seolah menjadi campuran antara mas Banyu (tokoh utama pria dalam Teman Imaji) dan sosok Ajuj (tokoh utama pria dalam Galaksi Kinanthi). Dari sekian banyak novel yang sudah saya baca, ketiga sosok pria itu menjadi pria idaman buat saya. Sosok mas Banyu yang puitis dan romantisnya yang unik ada juga pada Rangga, dan sosok Ajuj yang manly sekaligus kesetiaannya yang luarbiasa bahkan hampir 20 tahun menunggu Kinanthi ada juga pada sosok Rangga. 

Kedua, karena hampir 70% latar AADC 2 adalah Jogja yang istimewa di hati saya. Jogja memiliki magnet cinta yang kuat buat saya. Hanya mendengar nama Jogja saja sudah membuat kenangan dan kerinduan saya mencuat. Kerinduan untuk menapaki tanahnya dan menghirup udaranya. ketiga, dalam AADC 2 ini banyak sekali cerita tentang travelingnya. Traveling Cinta and the geng dan bersama Rangga. Kurang lebih 24 jam Rangga mengajak Cinta keliling Jogja ke tempat-tempat yang tidak biasa dikunjungi. Surga Jogja yang tersembunyi. Dan itu sangat membuat saya rindu ingin traveling. Kata Rangga, traveling itu berbeda dengan liburan. Liburan itu benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya sedetail mungkin. List barang bawaan, tempat yang harus dikunjungi sampai oleh-oleh. Sedangkan traveling itu ya spontan. Tapi hasilnya tidak kalah seru dengan yang sudah direncanakan. Bahkan bisa jadi lebih seru. 24 jam Rangga mengajak Cinta keliling Jogja sanggup membuat kalimat paling menyakitkan dan pertanyaan besar mengenai alasan dari terucapnya kalimat paling menyakitkan itu hilang tanpa sisa. Bahkan malah menguatkan kembali rasa yang dulu ada. Itulah hebatnya seniman. Dibalik cueknya dia menyimpan seribu keromantisan dibelakangnya.  24 jam Rangga bisa kembali meluluhkan Cinta.

Keempat, persahabatan. 14 tahun Cinta, Mili, Maura, dan Karmen (dalam cerita Alya sudah meninggal) masih bisa rame-rame, saling mendukung, saling menyayangi, bahkan liburan (main) bareng. Saya baper sekali melihatnya. Karena sayapun sedang mengalaminya. Namun usia persahabatan kami baru setengah dari usia persahabatan mereka. 7 tahun , namun rasanya tidak menyangka bisa bertahan sampai selama ini. Bahkan, kita dalam proses mempertahankan tali persahabatan dan silaturahim kita sampai seterusnya. Dan Jogja pernah menjadi tempat bergila ria saya dengan sahabat saya.

Itulah mengapa saya baper sekali nonton AADC 2 ini. Rasanya tidak mau film ini selesai. :D.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini. Salah satu bahkan yang paling utama dari AADC 2 ini (menurut saya) adalah tuntaskan apa-apa yang belum tuntas. Sebelum bertemu perpisahan, buatlah suatu kejelasan perihal hubungan. Jangan mundur teratur jika ada sesuatu yang mengganjal dalam hubungan. Pacaran baik-baik maka berpisahpun harus baik-baik. Bukan hanya soal cinta atau hubungan dengan pasangan, tapi dengan semua hal. Dalam AADC 2 ini ada hal lain yang harus jadi hitam atau putih selain hubungan Rangga dengan Cinta. Satu lagi pesan moral yang mengena sekali buat saya adalah jangan bermain praduga sendiri. jangan menilai sesuatu baik atau tidaknya atas praduga sendiri. apalagi perihal hubungan. Baik-buruknya sebaiknya dibicarakan baik-baik dengan pasangan. Jangan mundur teratur yang malah menjadikan banyak kesalahpahaman dan luka yang cukup dalam. K-o-m-u-n-i-k-a-s-i. itu pointnya. Praduga Rangga sendiri yang membuat semuanya hampir berantakan bahkan membuat dirinya sendiri menyesal sekali adalah bukti bahwa komunikasi itu penting sekali dalam hubungan. Bahkan saya kesal sekali dengan praduga Rangga yang akhirnya membuat keputusan yang bodoh.

Ending ceritanya bisa tertebak sih menurut saya. Namun proses menuju endingnya itu yang membuat penasaran. Bagaimana Rangga dan Cinta akhirnya bertemu kembali adalah hal yang paling mendebarkan selama menonton film ini.

Oke. Itulah pandangan saya mengenai AADC 2. selamat menonton dan dukung perfilm-an Indonesia!

Salam kreatif !