hujan di mataku

Dian Nafasah
Karya Dian Nafasah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 April 2016
hujan di mataku

Langit Bandung sudah menumpahkan airnya, kawan. Dan sebentar lagi awan di mata saya akan kembali menumpahkan airnya setelah hujan deras beberapa jam yang lalu. Hujan yang tidak hanya dari mataku, tapi juga dari matamu, matanya dan mata kita semua. Hujan yang begitu deras saat menyadari akan adanya perpisahan.

Ya, dia benar Kawan bahwa perpisahan ini akan menjadi perpisahan yang paling pilu. Sebab yang dulu datang akan kembali pergi. Apa-apa yang terjadi di masa lalu tidak akan kembali terjadi di masa depan. Hanya satu pengecualian, Tuhan mengizinkan pertemuan.

Semoga Tuhan mencatat adanya sebuah hari dimana bisa bertemu raga kembali. Sebab jika bukan karena Dia, masa lalu hanyalah masa lalu. Mari kita semogakan, kawan.

  • view 119