Suamiku, Tahu bulat, dan Bau ketek

dian agustina
Karya dian agustina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 November 2016
Suamiku, Tahu bulat, dan Bau ketek

Pada awalnya suamiku selalu berkata: TAHU BULAT ITU TIDAK ENAK. ORA ENAK. 

Mendengarnya, sayapun terbengong-bengong sambil bergumam  dalam hati. Lhah... Lidah orang satu ini kok berbeda ya sama lidah orang kebanyakan? Padahal, tahu bulat itu enak dan gurihnya bikin lupa diri *aihh..

Usut punya usut, ternyata suami saya baru sekali makan tahu bulat dan itupun tahu bulat homemade yang tidak sesuai resepnya dengan tahu bulat abang-abang. Tahu yang hanya dilumat, dibumbui bawang, tambah sebutir telur, lalu dibulatkan dan digoreng. Pantesan!

Akhirnya, pada suatu hari berhentilah sebuah mobil tahu bulat di tepi jalan menuju rumah kami. Tahu bulat... Digoreng... Di mobil... 500an... Enaak... 

Saya membeli beberapa dan jrengg... Suami saya suka sekali. Enak, katanya. Uenakk buangettt malah... Akhirul kalam, sejak itu, suami saya resmi jadi penyuka tahu bulat! Bahkan rela repot-repot menggoreng demi menikmatinya... *cek gambar

Lho, lalu apa hubunganya dengan bau ketek dong? Nggak ada sih.

 Lantas judul di atas kok bawa-bawa bau ketek? Ya suka-suka yang nulis dong, ini kan akun saya sendiri. Wee....

Tapi ngomong-ngomong, bau ketek suami itu sangat ngangenin lho. Nggak percaya? Coba aja. Kalau belum punya suami, ya cukup dibayangkan saja. Tak usah ngotot mencoba dengan pacar apalagi dengan suami orang. 

Merasa tulisan ini tak penting? Maaf readers, kan dari awal saya sudah bilang ini tak penting dan sedikit berbau penipuan*kriminal mode ON*.

Happy reading! 

  • view 304