Brutu, Brutu, Brutu

dian agustina
Karya dian agustina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Mei 2016
Brutu, Brutu, Brutu

    Brutu.

    Pernah dengar? Brutu adalah bahasa kami, para orang Jawa, untuk menyebut bagian pantat pada ayam. Konon katanya, brutu adalah makakanan terlarang bagi kaum muda karena makan brutu akan membuat ingatan melemah atau pelupa. Karena alasan itu pulalah, sejak bayi sampai tadi pagi Ibu saya tidak pernah meridhoi saya untuk mencicipi brutu. Sayapun hanya bisa mengira-ngira rasanya, yang kata orang dagingnya tebal dan empuk.

    Hingga akhirnya tadi siang saya terlibat kesalahan pengambilan lauk makan siang di tempat kerja. Seperti biasa, seminggu sekali tiap hari Minggu saya dan teman-teman mendapat jatah makan siang dengan lauk ayam goreng tepung. Belinya di mas-mas pinggir jalan, identik dengan tepung yang crispy dan ekstra tebal hingga sulit dibedakan mana kepala mana paha. Apalagi untuk mata orang yang sedang kelaparan... Dan tanpa sengaja saya mengambil potongan brutu. 

    Di luar dugaan saya, brutu itu yummy sekali. Dagingnya empuk dan lembut, lebih lembut dari daging sayap dan paha. Gurihnya, jempolan. Intinya, hmmm..., mantap. 

    Makanan seenak ini mana bisa bikin ingatan berkurang? Yang ada malah bikin ketagihan! Namun entahlah kalau memang ada senyawa di dalamnya yang benar-benar bisa mempengaruhi ingatan. Kalaupun benar begitu tak usah khawatir, kan masih ada Cerebrovit...

    Mungkin di kesempatan minggu depan saya akan makan brutu lagi, namun.kali ini dengan sengaja. Sekalian membuktikan apakah brutu bisa membuat kita jadi pelupa. Jika benar, insya'allah saya akan segera menulisnya kembali di sini. Agar bisa dishare sebagai rekomendasi solusi buat mereka yang susah melupakan kenangan mantan...