Surat Terbuka Untuk Kutu Rambut Sekeluarga

dian agustina
Karya dian agustina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 Mei 2016
Surat Terbuka Untuk Kutu Rambut Sekeluarga

Dear kutu rambut,

 

Apa kabarmu hari ini? Apakah baik2

saja? Kuharap kamu dan keluargamu

dalam keadaan kurang sehat dan

kurang baik di atas sana.

Jujur, kehadiranmu sungguh tidak

kuduga. Entah kapan kamu

bertransmigrasi dari kepala teman

sekamarku, aku juga tidak tahu. Yang

ku tahu, sebenarnya dari awal kamu

dan keluargamu sudah mengirimkan

salam perkenalan berupa rasa gatal.

Tapi saat itu kukira itu hanyalah ulah

ketombe yang tidak tahu diri.

Ternyata itu kamu...

Dear kutu rambut, kenapa kamu

bertransmigrasi ke kepalaku? Padahal

aku selalu menjaga kebersihan dan

rajin keramas. Namun kamu tinggal di

kepalaku tanpa ijin, dan sesuka hati

melukai kulit kepalaku, menghisap

darahku, dan meninggalkan rasa

gatal. Kamu juga membuatku repot,

dengan membuatku harus

melumurkan bubuk kapur semut di

kepalaku untuk mengusirmu. Belum

lagi saat harus bertahan dengan

kepala berlumur peditox yang baunya

sangat uhhh...luar biasa itu. Namun

kamu dan keluargamu tak mau pergi

juga, tetap bergelayut manja dan

bersandar mesra di kepalaku tanpa

rasa ragu...

Dan hari ini aku membeli sebuah sisir

serit. Maaf, aku menarikmu secara

paksa dari rambutku, merontokkan

telurmu dan menggilasnya dengan

sadis. Bukannya aku tak menghargai

nyawa kalian, para kutu rambut. Tapi

aku pun tak bisa hidup berdampingan

denganmu sekeluarga.

Selamat tinggal keluarga kutu

rambut... Pergilah, rest in peace, dan

jangan kembali lagi.

 

Dari aku yang kau repotkan.