Saya: (Hampir) Jadi Korban Pelecehan

dian agustina
Karya dian agustina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Mei 2016
Saya: (Hampir) Jadi Korban Pelecehan

Yeahhh...!

    Setelah beberapa hari bergelung dengan kasur karena Salmonella thypi yang tidak tahu diri, akhirnya saya sehat dan ethes kembali.

    Dan sekarang saatnya saya berbagi cerita hampir menjadi korban pelecehan...

    Satu minggu lalu dalam perjalanan pulang, saya singgah di sebuah kios kain meteran di dalam pasar besar kota saya. Kiosnya berjajar dua dengan satu pemilik. Terletak di pojok lantai dua dan merupakan satu-satunya kios kain di pasar ini.

    Saya dilayani oleh bapak pemilik toko. Dari awal saya mencium gelagat kurang sedap dari bapak gendut tersebut. Sebentar-sebentar dia memuji saya cantik, padahal saya cuek dan pura-pura tidak mendengar. Sambil melayani, tangannya berusaha merangkul saya. Beberapa kali saya menjauh tapi bapak itu terus mendekat dan berusaha merangkul lagi, dengan ekspresi yang mencurigakan. Saya sampai mendorongnya pakai siku. Tapi si Bapak ganjen ini mendekat lagi, begitu terus sampai beberapa kali. 

    Akhirnya saya keluar dan memanggil seorang ibu (sepertinya istri si bapak ganjen) yang menjaga di sisi lain kios tersebut. Saya minta dilayani si Ibu saja, dan alhamdulillah saya selamat. Bapak itu tidak berani mengganggu saya lagi di depan istrinya dan saya bisa memilih beberapa potong kain dengan tenang...

    Kemudian saya jadi berfikir, saya saja yang tidak berdandan, pakai baju gombrong, dan sandal jepit butut ini hampir dikurang ajari. Apalagi kalau kami sebagai wanita berdandan habis-habisan dengan baju ketat dan high heels seksi? 

    Lumayan aman kalau kita bisa bela diri, punya alat kejut listrik, atau minimal punya suara super nyaring untuk berteriak minta tolong di saat terdesak. Tapi bagaimana kalau kami tidak bisa bela diri, suara kami terlalu lembut, dan tak punya alat kejut listrik? 

    Ya... Setidaknya kami tahu bahwa bagian tubuh laki-laki yang paling melumpuhkan jika ditendang adalah selangkangan...

    Jadi wanita itu rasanya memang sedap-sedap riskan.