Akhir Perjuanganmu, Singaku...

dian agustina
Karya dian agustina Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 April 2016
Akhir Perjuanganmu, Singaku...

   Semalam, Singa, si pus kecil prematur punya bos saya sempat gagal nafas. Tiba-tiba tubuhnya mengejang dan megap-megap. Saya gugup. Perlahan saya tekan-tekan dadanya. Saya tiup mulutnya yang membuka dan teman saya menepuk-nepuk punggungnya. Tak berapa lama.kemudian, Singa kembali tenang dan bernafas kembali. Alhamdulillah.

    Malam pun terlewati dan Singa masih terlihat sehat. Gerakannya kuat. Sekitar pukul delapan saya minumkan beberapa tetes airmadu. Singa kejang kembali! Saya ulangi resusitasi seperti semalam. Alhamdulillah, lagi-lagi Singaku kembali normal. Dan saya kembali menidurkannya di antara dua botol dan selimut yang berfungsi sebagai inkubator untuk Singa.

    Saya pikir semua akan baik-baik saja. Satu jam berlalu, saatnya Singa minum susu. Tapi kali ini ia hanya meringkuk diam saat saya gerakkan selimutnya. Saya suruh bos saya mengecek. Dan ternyata Innalillahi... Singa telah meninggal.

    Setelah sehari semalam yang penuh perjuangan, inilah akhir perjuanganmu Singa. Terimakasih atas kesediaanmu untuk berjuang tetap hidup bersamaku. Terimakasih telah bersedia meraih harapan hidupmu, walau dari awal kita sama-sama tahu bahwa itu sulit. Terimakasih telah percaya padaku untuk merawatmu. 

    Kita tahu, Singa. Harapan sekecil apapun, tetaplah sebuah harapan yang harus diperjuangkan. Dan kau telah membuktikannya.

    Selamat tinggal Singa... Beristirahatlah dengan tenang di sisi Rabb kita...