Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 19 Mei 2016   15:25 WIB
Gidaryeo : Tunggu Aku

Bukan aku bosan menunggu, hingga aku harus berhenti sejenak di halte lain hingga sampai kau kembali.

Ini bukan perkara rel kereta yang selalu setia menunggu keretanya

Karena aku pernah memutuskan menunggu dalam satu waktu sampai aku mendapat jawaban dari 'menunggu ku'

Hingga aku memutuskan sebuah keputusan, siapa kelak yang pantas ku tunggu.

Keputusan ini bukan karena keputus asaan. Tapi keyakinan nya dalam memilih lebih dahulu dari keyakinanmu.

          Sejak itu, tepat sejak dia masih lugu mengenakan seragam putih, rok abu-abu, dan jilbab putih katunnya. Dia hanya duduk di bawah pohon rindang dengan buku novel romantis namun beredukasi tentang cinta, kesucian, tulus, pengorbanan, dan luka.  Tokoh utama yang begitu diceritakan begitu sempurna. Membawanya berangan di hadirkan sosok sepertinya. Kelak aku ingin memiliki suami seperti dia. Sebait batin anak SMA yang belum tahu asam-manis cinta.

          Sosok yang selalu dikagumi bagi gadis belia yang masih belasan. Seolah bak drama yang rela dan yakin ingin meniti kehidupan bersamanya. Aku dan dia adalah sepasang tokoh drama dalam sebuah drama yang sama. Mata nya tak lepas dari sosok yang dia pandangi sejauh 12 meter darinya.

          " Pulang sama siapa? " Angan nya membuatnya tak menyadari kini jarak mereka hanya 1 meter.

          " Sama anak-anak Kak". " Baiklah, jangan kecapekan seminggu lagi UN. Jaga stamina. Kakak pulang duluan ya". Ibarat embun yang menyejukan. Anggukan pelan itu hanya yang mampu tersirat.

          to be continued

 

 

#Tunggu aku ; Dan karena keyakinan itu yang membuatku aku tak takut untuk kembali dalam posisi menunggu. Berjanjilah kau yang benar-benar ingin ku tunggu

Karya : Dhee