Pentingnya Menjalankan Sunnah Puasa Syawal

dialektik id
Karya dialektik id Kategori Agama
dipublikasikan 20 Juni 2018
Pentingnya Menjalankan Sunnah Puasa Syawal

Pentingnya Menjalankan Sunnah Puasa Syawal

Setelah kita menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan, kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Dimana kita merayakannya dengan penuh kemenangan dan hati yang gembira. Pada Hari Raya Idul Fitri kita menjalin silahturahmi kepada sanak saudara dan saling memaafkan satu sama lain, sehingga insya Allah kita akan menjadi manusia yang terlahir kembali tanpa ada dosa.

Nah, selain menjalin silahturahmi dan saling memaafkan pada bulan Syawal, para ulama berpendapat bahwa kita sangat dianjurkan untuk melakukan sunnah Puasa Syawal. Kedudukan sunnah Puasa Syawal ini adalah Sunnah Muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW :ِ

َنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim)

Sungguh tidak pantas kita menyia-nyiakan puasa ini. Hanya enam hari di bulan Syawal, namun keutamaannya luar biasa.

Waktu Dilaksanakan Puasa Syawal

Puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari dibulan syawal. Pada saat hari Raya Idul Fitri, diharamkan berpuasa. Dalam menjalankan sunnah Puasa Syawal sebagian ulama berpendapat, bolehnya dilakukan berturut-turut maupun tidak berturut-turut. Dalam menjalankan sunnah Puasa Syawal ini sangat berat melaksanakannya, dimana pada bulan Ramadahan kita sebagian umat muslim melaksanakan puasa. Pada Puasa Syawal banyak sebagian kita tidak menjalankan ibadah sunnah puasa syawal. Tapi puncak dari segala timbangan adalah pada bulan Syawal dimana Maulana Syaikh Ali Jum'ah berpendapat puasa syawal dapat menutupi kekurangan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Tata Cara Puasa Syawal

Tata cara Puasa Syawal sama dengan tata cara puasa lainnya secara umum. Yang membedakan hanyalah pada niatnya. Jadi, secara ringkas, tata cara Puasa Syawal sebagai berikut :

1. Niat

Niat ini boleh dilakukan malam hari, boleh dilakukan saat makan sahur, bahkan boleh diniatkan pada pagi hari dikarenakan ini adalah puasa sunnah.

2. Makan Sahur

Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar. Akan tetapi tidak makan sahur pun (misalnya terlambat bangun) tidak apa-apa, dalam artian tetap sah puasanya.

3. Menahan diri dari yang membatalkan puasa

Yakni menahan makan, minum, amarah dan hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai tenggalamnya matahari.

4. Berbuka

Sangat disunnahkan menyegerakan berbuka puasa ketika matahari mulai tenggelam, yakni bersamaan dengan datangnya waktu maghrib.

Demikian pembahasan Puasa Syawal mulai dari hukum, waktu, tata cara, keutamaan, niat. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.

 

  • view 52