Sayangku, Biarkan Aku ....

Diah Novita
Karya Diah Novita Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Maret 2016
Sayangku, Biarkan Aku ....

Sayangku, bolehkan aku mencintaimu seutuhnya. Bukan setengah-setengah saja. Aku tahu hatiku akan selalu terbagi. Untuk Ibu, Ayah, keluarga, sahabat dan semua orang terkasihku. Namun, meski banyak orang yang akan ku tampung dalam hatiku, akan selalu ada tempat untukmu. Kau pasti tahu dengan baik, cintaku untuk mereka, berbeda untukmu. Biarkan aku mencintaimu dengan utuh. Dan mencintai mereka dengan utuh pula.

Bolehkan aku mencintaimu sepanjang waktuku. Tak hanya hari ini, tak sebatas ketika kita disatukan hari itu, namun selamanya. Apa aku berlebihan? Kalau pun ia, biarkanlah. Biarkan aku begitu. Karena hanya itu yang bisa ku lakukan padamu. Jika bukan untuk mencintaimu, akan ku habiskan untuk apa waktuku di dunia? Jadi, jangan biarkan waktuku terbuang dengan sia-sia tanpa guna.

Biarkan aku merindukanmu sesering mungkin. Tidak. Bukan berarti aku ingin berpisah denganmu. Bolehkah jika aku merindukanmu meski kita tak berpisah jarak dan dihalangi waktu untuk bertemu? Ku rasa boleh. Setahuku, merindukan seseorang tak ada hukum yang menentukan. Aku boleh merindukanmu kapan saja ku mau. Aku boleh merindukanmu di setiap detik dalam hidupku. Bukan, ini bukan perasaan yang menggebu-gebu. Jika kau tahu, aku merindumu setiap kali aku teringat padamu. Dan tak ada waktu yang terlampaui olehku tanpa mengingatmu.

Sayangku, biarkan aku membuatmu bahagia. Jangan biarkan aku berpangku tangan dan membiarkanmu membuktikan cintamu sendiri saja. Biarkan aku ikut campur untuk cinta kita. Jangan memintaku untuk berdiam diri, ijinkan aku turut serta.

?Aku buatkan sesuatu ya??

?Nggak usah dek. Nanti kamu capek. Lagi pula aku sudah dapat jatah makan di tempat kerja.?

?Tapi aku pengen.?

?Ya sudah dadar jagung saja, kalau kamu sedang libur.?

Begitulah. Kau selalu merelakan diri berlelah-lelah, di lain sisi, kau tak ingin aku merasa lelah. Bahkan untuk membuatkan makanan favoritmu pun harus menunggu hari liburku.

Jangan seperti itu. Aku tak hanya ingin menyenangkanmu sesekali. Aku ingin membahagiakanmu berkali-kali. Berilah aku kesempatan untuk bergerak. Jika aku diam, bagaimana aku akan membuatmu tertawa. Jika aku diam, bagaimana aku bisa menyiapkan pakaian yang halus dan wangi untukmu bekerja. Jika aku diam, kapan kau akan menikmati masakanku lalu memuji betapa pandainya aku memanjakan lidahmu. Jika aku diam, bagaimana aku bisa membuktikan cintaku? Maka dari itu, biarkanlah aku berbuat sesukaku. Aku ingin membuktikan cinta dan membuatmu bahagia, sepanjang hari dalam hidupku. Ijinkan aku untuk itu.

Mungkin, aku bukan wanita luar biasa yang mampu melakukan banyak hal menakjubkan yang bisa kau banggakan. Aku tak pandai dalam banyak bidang. Aku juga tak memiliki paras yang begitu menawan. Tapi, bolehkan aku membanggakanmu. Kau adalah lelaki hebat, yang tetap memilihku dengan segala kekuranganku. Kau tak berubah pikiran meski kadang, aku membuat kecewa hatimu. Kau tetap mencintaiku.

Maafkan aku yang tak bisa menyenangkanmu lebih dari ini. Maaf jika aku hanya melakukannya sebatas mampuku. Maaf aku tak bisa menjadi bintang yang paling terang, meski ku yakin kau tak peduli itu. Kau bisa anggap aku mataharimu. Meski mungkin bukan bintang yang paling terang, namun aku akan menjadi bintang yang paling dekat denganmu. Yang mampu memberimu hangat ketika dingin pagi membekukan tubuhmu. Yang membuat terang sepanjang siangmu. Yang memberi warna indah dalam senjamu. Dan ketika malam, meski tak tampak, namun sinarku tetap akan sampai padamu, meski harus menitipkannya pada rembulan. Lalu, kau dapat beristirahat dengan tenang.

Sayangku, jangan pernah pergi dariku. Meski mungkin, kemarin, hari ini atau esok aku melukai hatimu. Sebagai manusia, aku tak akan luput dari salahku. Aku hanya mampu berusaha mengurangi kadarnya. Aku telah menghadapi banyak kehilangan dalam hidupku. Kehilangan orang-orang terkasih, kehilangan mimpi, kehilangan harapan untuk hidup. Dan itu sulit bagiku. Aku berusaha keras untuk bangkit kembali dari segala keterpurukan. Jadi, jangan biarkan aku jatuh kembali. Jangan biarkan aku kesulitan untuk berdiri lagi. Biarkan aku hanya jatuh sekali. Jatuh pada hatimu. Satu-satunya jatuh yang membahagiakan yang pernah ku rasakan selama ini. Jatuh yang tanpa merasa sakit. Jatuh yang senantiasa membuat hatiku berdebar dan berbunga-bunga.

Sayangku, meski aku hanya bisa mencintaimu dengan sederhana, ku harap akan sampai pada hatimu dengan istimewa. Terima kasih untuk cintamu yang luar biasa. Dan tetaplah semangat dalam bekerja. Ingatlah aku yang selalu menunggumu pulang. Aku selalu rindu padamu, semoga demikian juga dengamu. Aku menyayangimu, selalu.

?

?

?

?

?

?

?

?

?

?

?

?

?

  • view 281