Kesan Pertama Sabun Papaya BDL

Dhini Ari Zhona
Karya Dhini Ari Zhona Kategori Lainnya
dipublikasikan 12 Oktober 2017
Kesan Pertama Sabun Papaya BDL

Oke, pasca melahirkan aku sempat tidak merawat muka selama 3 bulan pertama. You know, first time becoming mother-jadi terlalu banyak hal yang butuh dipelajari. Ditambah my baby girl butuh perhatian ekstra karena tidak bisa ditinggal terlalu lama. Jangankan bisa luluran atau maskeran, mandi 5 menit tanpa gangguan itu saja sudah menjadi me time yang berharga.

Nah, sekarang ketika my baby girl sudah mulai bisa ditangani dan bisa kompromi dengan maknya yang sudah gatel banget pengen permak muka yang mulai keliatan kusam dan gak karuan karena sama sekali gak dibersihkan, aku mulai nyoba perawatan baru.

Awalnya pengen balik ke Larissa lagi, tapi karena waktu kesana yang terlalu jauh dan juga alasanku dulu pengen berhenti biar gak ketergantungan dengan krim dokter, jadi aku urungkan niat. Skin care yang aku pake selama hamil, malah gak cocok lagi. Kulitku malah jadi kasar terutama bagian pipi. Untungnya karena sudah tinggal sedikit, jadi aku gak merasa sayang. Krim natur E aku pake untuk diolesin di bagian perutku yang timbul stretchmark.

Akhirnya pas aku mudik ke Pekalongan, aku nyobain sabun pepaya yang dipake sama ibu mertua untuk bersihkan wajah. Voila, kulitku yang kasar menjadi semakin halus sedikit demi sedikit. Kuputuskan untuk mencoba memakai sabun pepaya ini ketika di Surabaya.

Aku nggak tau merek sabun pepaya yang dipake ibu mertua, tapi pas beli di supermarket cuma ada merek BDL ya sudah aku beli yang ini. Pertama kali cuci muka pake merek BDL ini, kulit terasa kesat, tapi setelah sekian menit mulai lembab. Baunya merek BDL ini cenderung ke bubble gum daripada pepaya, beda dengan sabun pepaya yang kupakai di Pekalongan sehingga aku simpulkan mungkin beda merek. Sabunnya seperti yang bisa diliat di gambar atas, cukup besar jadi aku potong kecil-kecil sewaktu hendak memakai sehingga bisa lebih irit.

Aku cuma make sabun ini untuk membersihkan wajah selama seminggu dan hasilnya not bad lah. Akhirnya aku combine dengan krim Garnier (review tersendirinya nanti ya), dan hasilnya so so aja. Begitu aku apply bedak Maybelline, kulitku kembali kasar. Akhirnya aku nyoba untuk nyuci muka dua kali, jadi dalam setiap mandi aku cuci mukaku dengan sabun pepaya ini dua kali, baru deh kembali halus lagi.

Baru ketika sudah sebulanan menggunakan sabun ini, mukaku keliatan bersih. Gak mengharap lebih cerahlah. Soalnya sudah lama terjebak iklan ingin keliatan lebih cerah malah banyak efek sampingnya alias break out. Kesimpulannya di aku sabun ini lumayan cocok walau penggunaanya mesti dua kali setiap mandi.

  • view 112