Dibalik Diamnya Si Pendiam

Dhini  Chalista
Karya Dhini  Chalista Kategori Psikologi
dipublikasikan 12 April 2017
Dibalik Diamnya Si Pendiam

Temanmu pendiam? Coba pahami terlebih dahulu.

Beruntunglah orang-orang yang memiliki sifat mudah bergaul, aktif, dan tidak merasa kesulitan saat harus beradaptasi dengan orang-orang baru. Tapi, bagi orang-orang yang memiliki sifat sebaliknya, dicap sombong, atau tidak ramah sudah menjadi makanan sehari-hari.

Kalimat seperti "Ku kira kamu sombong." atau "Kamu sebelumnya pendiam banget loh, sekarang kok jadi ga bisa diam ya?" dan sejenisnya, sering didapatkan si pendiam dari orang-orang disekitarnya.

Untuk teman-teman yang merasa kesal dengan sikap diamnya seseorang. Aku bocorkan apa yang sebenarnya dirasakan oleh si pendiam.

  • Si pendiam bukannya tidak mau ngobrol.  Ia hanya  merasa kurang nyaman dan kurang yakin dengan apa yang akan dibicarakan. Tapi, jika seseorang berhasil membuatnya nyaman, ia akan dengan mudah mengatakan apa yang ada dalam pikirannya. Itu sebabnya ia hanya akan bicara seperlunya kepada orang yang baru ditemui.
  • Si pendiam bukannya tidak peduli sekitar, justru ia sering mengamati hal-hal kecil yang jarang diperhatikan orang lain. Seperti ekspresi temannya, gelagat aneh seseorang, dan sebagainya.
  • Si pendiam bukannya tidak mau bergabung dengan teman-temannya. Ia hanya merasa lebih nyaman sendiri. Tapi percayalah, jika ia merasa nyaman denganmu, ia tak akan menolak ajakanmu. 

Itulah yang sebenarnya dirasakan si pendiam. Bukan berarti aku mendukung si pendiam untuk tetap diam yaa. Aku hanya berusaha membuat orang-orang disekitar si pendiam mengerti.  Sikap mudah bergaul dan aktif bisa dilatih dengan terus melakukan interaksi dengan orang-orang baru. Biar bagaimanapun, seseorang tidak akan berkembang jika menghindari interaksi dengan orang lain.

Semoga si pendiam tetap berusaha dan semoga orang disekitar si pendiam bisa menerima.

 

 

Thumbnail diambil dari sini.

  • view 468