Find Each Other

dhina kharisma hari wibowo
Karya dhina kharisma hari wibowo Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Februari 2016
Find Each Other

Beberapa hari yang lalu aku ga sengaja menonton film 500 Days of Summer di chanel Fox Movies. Film yang pernah aku tonton beberapa tahun yang lalu. Dari beberapa film drama cinta yang pernah aku tonton, film ini bukan merupakan kisah cinta. Hehe. Begitu narrator yang membuka filmnya. Dibuka dengan narasi menceritakan tokoh utama dan diperlihatkan sepasang muda mudi duduk di sebuah kursi taman lengkap dengan saling berpandangan mata yang memabukkan. Oh ini pasti kisah yang so swett pikirku.

Tom, lelaki yang percaya akan sebuah cinta sejati, yang serius dalam menjalin sebuah hubungan secara kebetulan dipertemukan dengan Summer, asisten baru sang bos di kantornya. Tom meyakini jika cinta sejati akan terjadi jika sudah menemukan orang yang tepat. Hmm, Summer gadis yang menarik, cantik, sexy pikir Tom. Dialog pun mengalir diantara keduanya. Yang berawal dari pertemuan di lift, akhirnya awal obrolan itu menjadi sebuah hubungan yang lebih intim. Tom merasa Summer orang yang tepat dan dirasa sebagai cinta sejatinya. Tetapi malang, Summer adalah gadis yang cuek dengan perasaannya mungkin sedikit numb. Mungkin karena latar belakang orang tua Summer yang bercerai. Bahkan dibagian awal hubungan sudah menyatakan tidak mau mempunyai pacar dan pengen hidup sebagai wanita bebas. Seakan tidak percaya dengan cinta dan takdir. Well, apapun itu hubungan mereka tetap berlanjut dengan berat sebelah rasa walaupun mereka mengaku saling bahagia.

Ada bagian misterius dalam diri Summer. Entah kenapa aku terbawa karakter summer yang sedikit dingin, cuek tapi menarik. Mungkin karena tersihir pesona Zooey Deschanel, yang apik banget memerankan karakternya. Haha. Sedikit berbeda dengan Tom yang diperankan Joseph Gordon-Levitt, rela melakukan apa saja demi wanita yang dicintainya. Hal yang wajar bagi semua lelaki di dunia. Tapi Summer, walaupun bahagia tetapi ada sisi yang tertutup di dirinya. Perasaan yang datar, dengan ekspresi datar dalam menjalin sebuah hubungan dengan Tom.

Dengan alur film yang maju mundur, sebenarnya kita tau hubungan Tom dan Summer tidak seindah cerita romantis romeo juliet yang rela mati bersama. Ada beberapa serpihan percekcokan dan frame kegalauan Tom. Tapi diluar kegalaunnya aku suka momen keromantisan mereka dalam membangun chemistrinya. Sisi romantis terbangun secara natural. Menggemaskan kalo boleh aku utarakan. Yah lagi-lagi sebenarnya pesona si Zooey lah yang menyihirku di sepanjang film. Hehe. Sebagai penonton, pasti mengharapkan akhir cerita yang manis untuk keduanya. Berakhir di sebuah pelaminan, sebagai tindak lanjut keintiman hubungan mereka. Tapi jauhkan dah angan-angan itu. Bagi si Tom, film ini tidak lebih dari film PHP yang sadis, dan juga film TTM - Teman Tapi Mesra ? kelas berat. Haha. Dengan segala keintimannya dengan Tom, si Summer menikah dengan orang lain. Oh, berat bagi Tom.

Bangunan keyakinan Tom akan cinta sejati, belahan jiwa dan takdir seketika runtuh. Malah si Summer yang berhasil membangun keyakinan itu. Di akhir film, dia bercerita tentang pertemuannya dengan suaminya tersebut. Bertemu di sebuah coffe shop sambil membaca novel. Lalu berkenalan, akhirnya menjadi suaminya. Bagaimana kalo Summer tidak bertemu sama sekali? Bagaimana kalo si Summer tidak datang ke coffe shop tersebut? Bagaimana kalo si Summer telat 10 menit aja? Semua itu sudah ditakdirkan begitu adanya. Dari kejadian itu akhirnya Summer percaya akan takdirnya yang membawa pada cinta sejatinya.

Ending cerita mengisahkan kebangkitan Tom dari Summer. Move on. Dimulai pekerjaan yang diperjuangkannya sampai pada mengembalikan bangunan yang runtuh tentang takdir. Takdir yang sama dialami Summer dalam menemukan belahan jiwanya. Takdir yang tidak dibuat tidak direncanakan tetapi terjadi dibalik nama ?kebetulan?. Dimana Tom ?kebetulan? bertemu seorang gadis di tempat wawancara kerja. ?Kebetulan? juga namanya Autumn. Autumn berarti musim gugur setelah Summer, musim panas. Kebetulan? Nice.

Ya, dunia dan kehidupan penuh dengan ?kebetulan?. Jika dalam sebuah film suatu ?kebetulan? bisa diatur dan dieksekusi oleh sutradara. Nah ini yang lebih hebat, dunia dan kehidupan pun bisa diatur dengan mudah oleh Sang Sutradara, Tuhan semesta alam Yang Maha Kuasa. Kuasa atas segala-segalanya. Pun demikian dengan cinta. Sangat mudah bagiNya untuk mengatur kisah cinta yang romantis. Kita ga usah ngoyo. Cerita film Tom dan Summer aja bisa dibuat sedemikian rupa oleh sutradara. Apalagi dalam kehidupan kita. Mungkin analogi yang berlebihan membandingkan film dengan kehidupan nyata. Tapi aku meyakini kalo dunia dan kehidupan ini ada sutradaranya. Pengatur Maha Sempurna. Tinggal meyakini kebesaraNya, meminta cinta kepadaNya, berlaku sesuai dengan kesukaanNya, kun fayakuun cerita cinta akan dibuat indah melebihi logika dan akal manusia yang berjudul ?kebetulan?.

Biarlah cinta saling menemukan, bukan saling mencari. Mencari rasa, mencari kenyamanan, mencari ketenangan, mencari kepedulian, mencari perhatian. Tetapi biarlah semua terjadi dengan saling menemukan. Menemukan dengan cara-cara Tuhan sang Pengatur Maha Sempurna.

  • view 108