Kulacino di meja bundar

Dhilla Erizal
Karya Dhilla Erizal Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 15 Mei 2016
Kulacino di meja bundar

Kulacino disemuti waktu tentang seseorang. Suatu pagi yang terlalu gelisah ia tergesa. Baagaimana caranya berdalih? Mengomeli bocah kecil di rumah tetangga yang menangis hingga pukul tiga pagi? Atau mencaci tali jemuran yang tiba tiba putus padahal tidak ada badai malam jumat? Atau mungkin menghardik alarm yang tak kunjung berdering pas pukul lima? Telat. Ini sudah siang. Tiada ia temukan apapun selain bekas air dari gelas kopi di meja bundar pagi tadi. Kulacino. Seperti pertemuan, selalu ada yang tersisa dari seseorang.

  • view 136