DAKU RINDU

Dhilla Erizal
Karya Dhilla Erizal Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 19 April 2016
DAKU RINDU

Senja berlari mengejar rindu. Tergesa langkah memaksa kembali ia pulang ke pangkuan daku. Setiap nafas berubah menjadi isak kegelisahan di dadaku,  rindu ini makin tergesa dan sakau. 

Sesekali sesak di dada ingin berhenti, ambil ribuan nafas dan simpanlah di saku kanan celana. Tak banyak yang termuat memang. Sudah berhimpit peluh sedari tadi. Bagaimana kuasa menahan, daku ialah hati yang disandera ego dan rindu.

Daku meminta senja agar lebih cepat berlari. Jejak meratapi kebingungan dan pelan pelan tersudut. bujuk rayu kulantunkan demi rindu,  sebab senja perlahan memilih pulang. Sudi sekali sekiranya daku melahap semua gelap agar terang kembali menolehku .lima menit. Sebentar.

Kemana rindu tadi mengarah. Ah lengah sekali senja, dan daku yang mengutuk. Diri lebih sering membatu dan bisu. Dayaku omong kosong bicaraku. Kutip semua laksana yang daku ukir di kertas kertas, namun satupun tidak merubah rindu. 

Cerita ini berkisah tentang senja.maka selalu ku minta senja mengejarmu. Bisakah esok daku sehebat senja. Sebagaimana sabda rindu terus berdetak hebat di ubun ubun. Meski daku hanyalah waktu yang menemukanmu kehilangan. merelakan mu hilang meski aku selalu ingin merindu.

 

 

  • view 193