AKHIR

Dhilla Erizal
Karya Dhilla Erizal Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 18 April 2016
AKHIR

Aku melihat warna warna menjadi usang
Aku melihat wajah wajah semakin asing
Entah mengapa jiwamu tega memaksaku mengenang
Menahan detik, lalu mencipta lengang

Baru baru ini kau menyapa lewat puisi
Nyinyir soal malam dan mimpi
Sesekali lancang juga niatmu menawan
Santun mu seperti sudah kau tamatkan

Dengar..apalagi yang bisa dihidupkan oleh waktu
Jika isyarat rindu tak lagi terbaca olehku
Jika sebait sajak tak lagi termaknai olehku
Barang pantas kita berada pada kata akhir

Kau sudahlah..
Berhenti memungut remah kenang di hadapku
Mohon hentikan inginmu berteriak
Sebab suara tak cukup kuat mengembalikan getar dulu

Lihat..
Warnamu telah usang
Wajahmu semakin asing
Berhentilah memaksa.

 

  • view 191

  • Komentator Ngasal
    Komentator Ngasal
    2 tahun yang lalu.
    Romannya ini puisi tentang nenek nenek ya...

  • Ahmad Eskimoe
    Ahmad Eskimoe
    2 tahun yang lalu.
    ada kepahitan yang dirasakan dalam hati penyairnya, begitu dalam rasa pahit menggoreskannya dalam perwakilan dan pilihan kosakata "Berhenti memungut remah kenang di hadapku".

    kalau boleh ditambah lagi, hmmm masih bisa tampak 2-3 bait lagi.

    Berhentilah memaksa
    .................................................
    .................................................
    .................................................

    Salam Inspirasi
    SSS = Saya Suka Sekali