Jodoh itu makanan Apa Sih ?

Dhika Satria
Karya Dhika Satria Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Desember 2016
Jodoh itu makanan Apa Sih ?

Assalamualaikum

Gini nih... Sama-sama orang itu berjodoh, tapi belum tentu lho itu jodoh "dari" Allah? Lha kok bisa gitu? bukankah jodoh juga termasuk takdir Allah?

Atauuu, kalo suatu saat kita menikah dengan seseorang, apa berarti Allah juga udah mentakdirkan dia sebagai jodoh kita? 

eeeeiiiittzz tunggu dulu,
apa... kitaaa? Hehe.
Teruss, kan ada juga yang udah nikah tapi kok bisa cerai? Apa mereka juga brarti bukan jodohnya? Apa jodoh itu kaya sandal juga, yang walopun udah dibuat sepasang, tetep aja masih bisa ketuker? Mungkin juga gak ya, kaya di moto GP bisa salip-salipan atau saling menikung jodoh?

Tenang-tenang pemirsah, gak usah mikir muter-muter, hehe. Kan katanya jodoh ditangan Allah. Jadi gak usah takut ngambilnya. Tinggal minta aja ke Allah...
Kan gak perlu repot kepoin IG orang terus... hehe

Sadar gak, kalo kita lahir di dunia ini, jenis kelaminnya apa, orang tuanya siapa dan lahirnya dimana, kita gak bisa protes tuh ke Allah. Itu yang namanya takdir Allah yang kita gak minta dan juga gak bisa milih. Dan gak akan dimintai tanggung jawab dihadapan Allah. Karna emang udah kehendak Allah sendiri...

Tapi kalo nanti kita mati, dalam keadaan beriman ato gak, mau taat atau maksiat, mau masuk surga ato neraka, itu yang masih bisa kita perjuangkan sekarang. Karna kita sendiri yang akan memilih, jalan mana yang akan kita tempuh.

Kok kenapa nasib kita udah tertulis juga di lauhul mahfudz? Kalo gitu kan ngapain cepek-capek ibadah, kalo emang takdirnya masuk surga?

Itu yang namanya Ilmu Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, termasuk apa yang akan kita lakukan dan jalan yang akan kita pilih. Jadi bukan semata-mata kita sudah ditakdirkan masuk surga atau neraka, sehingga jadi alesan buat pasrah ato males-malesan ibadah. Tapi perjuangan kita dalam ketaatan sekaranglah, yang insyaAllah, menjadi tanda-tanda orang yang udah berada di jalan surga.

Nah... jodoh itu juga termasuk takdir ikhtiar, artinya nanti kita mau dapet jodoh yang bagaimana, akan sesuai dengan keadaan, perjuangan, dan permintaan kita sendiri ke Allah. Kita akan diberi hak pilih oleh Allah.

Di hadist qudsi, Allah sendiri berfirman : “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.”

Nah itu rumusnya, Kalo Allah sesuai dengan prasangka hambanya, maka hati-hati lah, karna jodohpun akan seperti apa yang kita "prasangkakan" ke Allah. Seperti halnya kita yang buat proposal ke Allah, terus Allah yang meng-ACC,
atau minta Allah aja yang urus semuanya, dari proposal, panitia, tempat, waktu, dll.

Yang pertama, ada nih yang berjodoh karna kita sendiri yang memaksa ke Allah, biar dijodohkan dengan orang yang kita inginkan, atau yang gak kenal sekalipun. Misal udah ngrasa cocok saat pacaran, minta Allah menjodohkan aja dengan pacarnya. Atau malah minta dijodohkan dengan artis idolanya. Nah kalo Allah mengabulkan, lalu menjadikan mereka jodoh. Bisa jadi hanya dengan izin-Nya, tapi belum tentu Allah ridho dengan mereka.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, udah mengajarkan ke kita, kalo memilih pasangan lebih mengutamakan agamanya. Jadi gak ada alesan lagi kan, kalo Allah tanya ke kita kelak, kenapa memilih pasangan yang kita mau aja, tanpa berdiskusi dengan Allah?

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya. Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.”
(HR. Bukhari-Muslim)

Yang kedua, yang Allah jodohkan karna emang bener-bener kita menyerahkan semuanya ke Allah. Berdoa minta di pilihkan yg terbaik menurut Allah. Dan yang Allah ridhoi buat kita.

Perumpamaannya itu seperti seorang anak yang pasrah minta dicarikan jodoh pada orang tuanya, pokoknya terserah orang tuanya nanti mau nyari yang bagaimana. Kira-kira, apakah orang tuanya akan sembarangan nyari orang di jalan buat dijadiin jodohnya? gak mungkin kan? Pasti si orang tua bakal bener-bener berusaha keras nyari yang terbaik buat anaknya kan?

Nah padahal, orang tua kasih sayangnya terbatas, ilmu terbatas, kemampuan terbatas, hanya tau yang terbaik menurut pandangannya aja. tapi betapa inginnya orang tua itu berusaha keras mencarikan jodoh, agar jangan sampe kelak anaknya salah dapetin jodohnya.

Lalu bagaimana dengan orang yang bener-bener menyerahkan urusan jodohnya ke Allah. Yang Maha Tau Segalanya, Yang Maha Sempurna perhitungannya, Yang Maha Tepat ketentuannya, dan Yang gak pernah mengecewakan hamba-hamba-Nya. Yang Maha tau yang terbaik, bahkan Maha tau apa-apa yang bisa mencelakakan kita dimasa depan.

Terus kalo gitu, bedanya apa?

Yaa ntar beda jalannya kedepan, antara jodoh yang Allah ridhoi, dengan jodoh yang Allah izinkan dari keinginannya.
Misalnya ketika lagi ada ketidakcocokan, atau ketika ada masalah besar di keluarganya. Jaminan penjagaan dan pertolongan Allah untuk pasangan yang Allah ridhoi tentu akan lebih berlapis lapis...

Seolah-olah, kalo dengan yang berjodoh sesuai keinginannya, ibarat manusia kan bilang gini, "itu kan pilihanmu sendiri, ya tanggung jawab sendiri sana kalo ada masalah..."
itu hanya perumpamaan. Tentu kalo Allah Maha luas kasih sayangnya. Cuma kan beda pertolongannya untuk pasangan yang Allah ridhoi.

Brarti ada kemungkinan kan, kita bisa salah jalan dan salah pilih pasangan?
So, bukan karna alesan udah gak ada kecocokan lagi diantara kita, tapi salah kita sendiri yang dari awal salah milih pasangan.

Itulah fungsi doa yang bisa mengubah takdir, tinggal ngomong aja ke Allah, minta dipilihkan jalan-jalan terbaik. Jodoh yang akan kita dapatkan pun, insyaAllah gak akan ngecewain kita...

...

Terus sekarang, jodoh itu makanan apa sih? Hehe.

Hakikat jodoh itu sendiri hanya sarana dan ujian, bukan tujuan.
Kalo bisa memahami ini, artinya kita melepaskan diri mau jodoh itu di dunia atau di akhirat, yang penting tujuan kita, apa yang bisa membawa kita sampai ke Allah, entah lewat jodoh kita, lewat anak kita, lewat harta kita, lewat perniagaan kita, dll

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik"
QS. Ali Imron 14

Inget kata kuncinya kan, di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. Jadi belum adanya jodoh bukan membuat kita jadi kepikiran. Karna tujuannya kan Allah, bukan jodoh...

Nah jodoh sejati itu yang sama-sama tujuannya ke Allah, pengin sama-sama jadi deket ke Allah, membina keluarga dan keturunan-keturunan yang kenal ke Allah. Yang dengan itu, smoga Allah juga menyatukan mereka yang berjodoh di dunia, juga di akhirat bisa sama-sama lagi ketemu dengan Allah.

Meskipun secara hakikatnya begitu, tapi kita gak boleh jadi mikir, "kalo gitu brati gak usah nikah aja kan yang penting tujuannya kan Allah. Ibadah-ibadah aja kalo gitu?"

Ya gak gitu juga, secara syariat, Allah yang ngasih fitrah kita untuk saling mencintai. Begitupun nikah adalah sunahnya Nabi Muhammad. Jadi tetep ikhtiar ya ikhtiar nyari jodoh, kalo udah saatnya nikah ya nikah, tapi inget lho, kalo itu bkn tujuan utama, gak lantas membuat kita kepikiran ruwet nyari-nyari jodoh, tapi jadiin nikah itu ibadah, kendaraan buat nyampe ke Allah. Berdoa tetep berdoa ke Allah minta jodoh yang terbaik.

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
QS. Ar-Ruum : 21

Nah jodoh ini jadi salah satu tanda-tanda kebesaran Allah juga. karna kita semua hampir gak bisa memprediksi, gimana setiap orang bisa ketemu jodohnya.
Ada yang lahir disini, eh jodohnya dapet di Amerika, padahal disini kurang bagaimana banyaknya? Ada yang pacaran lamaaa sampai 7 tahun, menjelang menikah, ternyata dengan yang lain. Ada yang baru kenal, tiba-tiba nikah ajaa. Walaupun udah cinta setengah mati, janji sehidup semati, kalo Allah gak mentakdirkan jodoh, yaa ketemunya bisa cuma jadi tamu undangan aja. Hehe.

Terus gimana ikhtiar kita buat dapetin jodoh yang baik?

Kalo udah kenal siapa Allah, mau ke siapa lagi kita minta tolong? Yaa hanya Allah Yang menggenggam dan memiliki jodoh, ikhtiar langsung aja minta ke Allah. Bukan seperti ikhtiar kita dalam nyari pacar...

Caranya, dengan nambah "ngetuk pintu" ke Allah. Misal, pake shalat tahajud, shalat istikhoroh, bangun malem, banyakin sholat sunah, banyakin baca quran, banyakin doa, dll. Pinter-pinter aja deketin Allah, sering ngadu ke Allah, Memasrahkan juga ke Allah. Karna Yang Maha tau dengan siapa dan waktu yang terbaik kan cuma Allah.

Kalo syariatnya mungkin bisa pake ta'aruf mnta dikenalin ustadz, keluarga atau temen. Tapi harus ada yang ndampingin juga.

Pengin jalan trobosan lagi?

Pake yang namanya kendaraan tobat. Banyak-banyak tobatin diri kita dulu. Bukan cuma karna dosa besar aja, tapi selama umur yang Allah kasih ini masih banyak sia-sianya, banyak maksiatnya, banyak lupanya ke Allah, selama menunggu jodoh ini, dipake buat pacaran, buat hura-hura, dll. Pokoknya apapun yang kita tau tentang keburukan diri kita sendiri.

Nah trus berdoa aja minta petunjuk, minta Allah aja yg menggerakkan buat ketemu jodohnya, biar gak pake muter-muter dulu baru ketemu...

Rahasianya, Allah yang bilang sendiri di Alquran :

"Maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."
Q.S. Nuh : 10-12

Ayat diatas udah mencakup berbagai macam rizki, termasuk kalo mau punya anak, otomatis kan harus nikah dulu? InsyaAllah, Allah juga akan ngasih jodoh dulu.
Cuma mungkin, karna masih banyak hijab dari dosa-dosa kita, yang membuat hilal jodoh belum terlihat, Hehe. Dan membukanya harus dengan tobat dulu. Buat bersihin diri kita dulu.

Selanjutnya,

Memperbaiki diri karna Allah, Allah yang akan memantaskan kita dengan orang yang tepat.

“Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.”
QS. An Nur: 26

Yang terakhir, kalo mau nyari jodoh, lihatlah yang punya rasa takut ke Allah. Kalo orang yang takut ke Allah, dimanapun dia akan jaga diri. Tapi kalo hanya takut ke suami atau istri, didepan pendampingnya baik, dibelakang bisa jadi melenceng. Jadi setia itu bukan dari cinta ke makhluk, tapi atas dasar cinta dan takut ke Allah lah, yang membuat seseorang bisa menjaga cinta pasangannya. Cinta yang dijaga oleh Allah sendiri.

Kalo kita udah berusaha buat memperbaiki diri dan Allah nilai kita udah pantes, insyaAllah, Allah akan membuka jalannya di waktu yang tepat, dan dengan orang yang tepat.

Jadi sekarang mau milih jodoh yang mana gaes? Pilihan kita sendiri ato biar Allah aja yang milihin kita jodoh?
Ya terserah masing-masing yang mau milih jalannya. Yang jelas Allah gak pernah mendzalimi hambanya.
Yang buruk bagi kita, karna keburukan  yang kita buat sendiri. Doa dan prasangka baik kita ke Allah, juga akan balik ke kita sendiri. Kalo yakin Allah gak pernah ngecewain kita dan slalu ngasih yang terbaik, kenapa kita gak selalu minta dan memasrahkan ke Allah dalam setiap urusan kita?

...

Ya Allah, semua jodoh engkau yang menentukan, semua hambamu Engkau yang memiliki. Hati kami semua juga ada dalam genggaman-Mu...

Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa.

"Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."

Dari doa istikhoroh :

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk dari ilmu-Mu, Memohon kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan memohon karunia-Mu yang besar, karna sesungguhnya aku tidak kuasa, sedang Engkau kuasa. dan aku tidak mengetahui, sedang Engkau Maha mengetahui semua yang ghaib.

Ya Allah jika engkau mengetahui bahwa jodoh yang aku harapkan ini baik bagiku, agama, dan kehidupanku serta bisa membuatku semakin dekat dengan-Mu, maka tetapkan dan mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah.
Tapi jika Engkau mengetahui jodoh yang aku harapkan ini buruk bagiku, agama dan kehidupanku, dari sekarang maupun yang akan datang, serta bisa menjauhkanku dari-Mu, maka hindarkanlah ia dariku, dan hindarkan pula diriku darinya. dan tetapkanlah hal yang terbaik bagiku menurut semestinya, kemudian ridhoilah aku.

Aamiin...

  • view 337