The Power of Ridho

Dhika Satria
Karya Dhika Satria Kategori Agama
dipublikasikan 06 Juli 2016
The Power of Ridho

Contoh kasus yang pertama, misalnya nih, kita lagi mau berobat ke dokter. Setelah nyampe sana, ternyata dokternya gak ada. Terus kita nyesel, "Coba tadi gak jadi pergi, udah tempatnya jauh, ojeknya mahal, eh malah gak ada dokternya..." (Tapi udah sampe sana kan?)

Pas lagi naik mobil, tiba-tiba kita bingung ada simpangan, mau ke kiri atau kanan. Setelah milih ke kanan eh ternyata di tengah perjalanan kena macet. Kita jadi marah-marah gak jelas, "Coba tadi milih jalan yang kiri, pasti gak macet, huuuh..." (Masalahnya udah belok, dan udah kejebak macet kan?)

Yang terakhir, misal kalo kita lagi naik motor, tiba-tiba pakaian kita kejatuhan kotoran burung. Atau pas lagi jalan ada genteng yang jatuh ke kepala kita? Apakah itu sebuah kebetulan? Terus klo gitu harus menyalahkan siapa? Harus marah ke siapa? Ke burung? Ke genteng? Kan tanda terimanya berupa kotoran dan benjol udah kita terima? Hehe

Mungkin sering ya kita dihadapkan dengan situasi yang membuat kita nyesel udah nglakuin sesuatu, gak seneng dengan takdir Allah yang udah terjadi. Padahal, mau nrima ato nggak, mau ngeluh ato syukur, mau marah ato sabar, takdir itu tetep udah terjadi. Gak bisa lagi ngerubah apa yang tadi udah kita lakuin kan? Terus gimana biar kita gak kecewa dan slalu ridho dengan takdir Allah?

"Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah, serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, 'seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu'. Tetapi katakanlah, 'ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki'. Karena sesungguhnya perkataan 'seandainya' akan membuka (pintu) perbuatan setan". (HR. Muslim)

1.Perbaiki dan luruskan niat.

Awali apapun yang akan kita lakukan, kita niatkan semata-mata untuk Allah. Kita jadikan ibadah buat nyari ridho-Nya. Mau ngapa-ngapain, kita izin dan tanya dulu ke Allah. Pake rumusnya. Ust. Yusuf Mansur, "Allah dulu, Allah lagi, Allah terus..."

Kenapa harus banyak tanya dan banyak doa, bahkan kalo perlu sholat dulu setiap kita punya hajat atau masalah. Tujuannya, agar kita teruuss bergantung ke Allah dan agar Allah senantiasa membimbing kita agar ikhtiar kita gak salah.

Misal yang mau berobat ke dokter tadi. Berdoa dulu minta petunjuk ke Allah biar gak salah berobat dan gak sia-sia langkahnya.

"Ya Allah, hamba yakin sepenuhnya hanya Engkau Yang Maha menyembuhkan. Kalo hamba ke dokter, semata-mata hanya ikhtiar agar jadi jalan untuk menemukan kesembuhan dari-Mu. Tunjuki dan gerakkan langkah hamba ke dokter mana yang bisa jadi jalan kesembuhan hamba. Dan jadikan ikhtiar hamba ini sebagai ibadah kepada-Mu Ya Allah. Jika memang dokter itu adalah jalannya, maka sembuhkan ya Allah. Kalopun bukan, karuniakan kami dengan jalan lain yang Engkau ridhoi dan jadikanlah kebaikan dari setiap keputusan-Mu. Aamiin"

Jadi kalo udah dari awal niatnya ke Allah, InsyaAllah kan apapun yang terjadi, kita akan menerima, karna udah menyerahkan dan ikhtiar ke Allah. Hasilnya ya terserah Allah, yang penting kita udah minta yang terbaik menurut Allah.

2. Syukur

Sebenernya gak ada alasan yang membuat kita gak bersyukur ke Allah. Dengan berbagai macam nikmat yang teruuss Allah kasih ke kita, harusnya kita malu ke Allah. Karna masalah-masalah yang selama ini sering kita keluhkan, gak ada apa-apanya dibanding nikmat yang udah Allah kasih.

Kalo kita lagi sakit aja, bandingkan sudah berapa lama Allah ngasih kita sehat? Apa aja dosa yang udah kita lakuin selama kita sehat? Nah jadi buat tafakkur dan taubat kan?

Nah gimana kita gak bersyukur ke Allah, gak sebanding kan keluhan-keluhan kita dengan kebaikan Allah yang melimpah ruah? Tapi kenapa kok pas Allah lagi ngasih sakit sebentar aja, kita udah ngeluh kemana-mana? Hehe

Nah kalo uda syukur, InsyaAllah juga kita akan diberi kesabaran, terbuka kelapangan hati kita. Karna ternyata banyak yang lebih berat masalahnya dari kita. Masalah yang menimpa kita, jadi gak ada apa-apanya dibanding masalah orang lain.

Sabda Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam  "Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesenangan ia bersyukur, maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan ketika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka hal itu merupakan kebaikan baginya." (Riwayat Muslim)

3. Instrospeksi Diri dan Taubat

Bisa jadi karna dosa dan keburukan kita, yang membuat kita sendiri jadi susah bahkan celaka. Karna ibarat nabung keburukan yang kita lakukan, pasti akan kembali ke diri kita lagi. Jadi begitu kita ditimpa kesusahan, istighfar dulu. Minta ampun ke Allah atas semua dosa dan keburukan kita. Jadi boro-boro menyalahkan takdir, kita malah takut karna dosa kita yang bikin kita jadi susah.

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ..." (QS. Al Isro : 7)

Misalnya cerita tadi pas kita lagi di jalan, terus kejatuhan kotoran burung.

"Ya Allah, dari sekian banyak orang yang melintas disini, kok cuma hamba yang kena kotoran burung ini dan gak meleset. Hamba yakin ini bukan kebetulan Ya Allah, tapi sudah menjadi ketentuanmu, dan pasti baik untuk hamba. Jika ini bentuk teguran-Mu karna dosa-dosa hamba, hamba mohon ampun Ya Allah. Semoga dengan ini, Engkau menjadi ridho dengan hamba. Dan menjadi pembuka jalan keluar dari semua kesulitan hamba. Aamiin"

" Maka aku (Nuh) berkata (pada mereka), "Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” ( QS. Nuh: 10-12)

4. Berprasangka baik ke Allah

Yakin aja apapun yang Allah takdirkan ke kita itu baik, kalau kita menilai itu buruk, karna ilmu kita terbatas. Kan Allah Yang lebih tahu, mana yang terbaik buat kita?

Cari banyak alasan, buat kita terus khusnudzon ke Allah. Sekalipun kita udah ikhtiar maksimal, tapi ternyata Allah  menghendaki apa yang tidak kita inginkan. Karna semua yang Allah takdirkan itu baik.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang akan kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)

Jadi ketika kita udah terlanjur milih belok kanan dan macet, bukan nyesel kenapa kok gak belok kiri aja, tapi syukuri dan khusnudzon ke Allah, barangkali jika tadi belok kiri, menurut ilmu Allah, kita akan celaka diperjalanan, sehingga Allah masih menyelamatkan kita, hanya dengan diketemukan takdir macet di jalan kanan. Kan Allah Yang Maha Tahu.

5. Cinta

Ibarat orang lagi jatuh cinta, ketika kita nglakuin sesuatu ke orang yang kita cintai, jarang kan ada penyesalan? Yang ada ikhlas ajaa. Kalo orang yang kita cintai seneng, kita ikut seneng. Kalo dia gak suka, kita akan terus berusaha membuat dia suka, sekalipun harus ngorbanin perasaan kita kan?

Begitupun seharusnya cinta kita ke Allah, pokoknya kita terus berusaha nglakuin apa yang Allah sukai. Meskipun Allah ngasih sesuatu yang gak kita inginkan dan gak kita sukai. Karna kita yakin, itu juga bentuk cinta dan kebaikan Allah. Allah lebih tau yang terbaik buat kita. Inget niat awal kan, apapun yang terjadi, tujuan kita tetep Allah. Cintaku pada-Mu lah, Hehe.

Nasihat Imam Ali, lewat Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam : "Ketahuilah, betapapun, takdir akan tetap berlaku. Kalau engkau ridha, takdir berlaku, dan engkau mendapatkan ampunan dan pahala. Sebaliknya, ketika engkau tidak ridha, takdir tetap berlaku, dan engkau malah mendapatkan dosa."

Jadi kebahagiaan kita, tergantung cara pandang dan keyakinan kita dalam menerima takdir Allah. Kalo pengen Allah ridha, ya kita juga harus ridha ke Allah. Nah kalo udah yakin semua dari Allah dan kita gak punya daya apa-apa, InsyaAllah kita gak akan ngeluh, sedih dan kecewa lagi dengan takdirnya Allah, karna kita kembalikan lagi semuanya ke Allah. 

  • view 266

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    the power of Rhoma, ada gak Pak?
    *ehhh, candaaa
    kenapa masih ada macetnya? kenapa lampu merah lagi?

    tapi tulisan ini keren kok

    • Lihat 6 Respon