Tafakkur Lampu Merah

Dhika Satria
Karya Dhika Satria Kategori Agama
dipublikasikan 06 Juli 2016
Tafakkur Lampu Merah

Kalo kita lagi nungguin lampu merah di perempatan, apa si yang biasanya kita lakuin? Kan sering tuh, hampir tiap hari ktemu sama namanya lampu lalulintas.

Pernah gak kita kepikiran kalo pas ngliat lampu lalulintas gitu, kita jadi inget Allah, inget ama Kemahabesarannya Allah?
Emang bisa? Ya daripada mengeluh, atau terbuang sia-sia nungguin lampu ijo, kan mending cari cara buat jadi dzikir?


Gini nih, ada gak ya diantara kita yang kagum ngliat kecanggihan lampu lalulintas?
Kliatannya emang biasa aja, tapi coba liat keteraturan sistemnya. Ia bisa mengatur banyak kendaraan secara bergantian, dimana ada sisi jalan yang harus berhenti, dan ada yang boleh jalan terus.
Nah betapa kacaunya ya, kalo pas mati listrik, lampu lalu lintasnya juga ikutan mati. Pasti bunyi klakson pada ribut, karna kendaraan pada melaju dari segala arah gak ada yang ngatur. Dan orang-orang juga pada gak mau ngalah.

Itulah, jadi kebayang gimana ya Allah ngatur seluruh makhluk dan ciptaanNya didunia ini. Dari ngasih rizki, ngasih makan, ngatur jodoh, ada yang lahir, ada yang meninggal, nurunin hujan, numbuhin tanaman, muterin tata surya, dan yang gak kejangkau ilmunya oleh kita. Gak ada yang ketuker, gak ada yang salah alamat, gak ada yang kurang takarannya dan planet-planetnya gak ada yang saling tabrakan.
Gak kebayang kan gimana jadinya kalo Allah tidur atau istirahat sedetik aja, akan jadi apa dunia ini.
Sungguh Kemahabesaran Allah kan?

Kalo udah yakin Allah Yang Maha Mengatur dan Mengurus semuaaa yang ada di langit dan di bumi, kenapa kita gak slalu bergantung dan menyerahkan semua urusan kita sepenuhnya ke Allah?
Padahal kita sendiri kan lemah, gak bisa apa-apa, ilmu kita terbatas, gak tau juga apa yang bakal terjadi dan menimpa kita. Sedang Allah Maha Mengetahui apapun yang terbaik buat kita.
Kenapa kadang kita bingung, ruwet sama urusan-urusan kita sendiri? Mungkin karna kitanya sering sok tau, ngrasa udah bisa, udah pinter, ikhtiar jarang melibatkan Allah, biasanya begitu udah mentok baru nyari Allah.

Kalo dari awal kita udah tawakkal, minta dibimbing dan dituntun ma Allah, ya InsyaAllah gak bakal ruwet, gak bingung. Lancar aja kaya orang lagi nyari alamat, tapi ditunjuki jalannya. Kalopun ada masalah juga InsyaAllah enteng, karna Allah juga yang ngasih ketenangan dan jalan keluar.

Ibarat diajak naik mobil bareng presiden, walopun ketemu lampu lalulintas lagi merah, tetep aja bisa lewat, karna kita kan dikawal banyak polisi. Lha gimana kalo kita bergantungnya dengan Yang Menciptakan dan Mengusai presiden ya?

255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al Baqarah 255)

"Wahai Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu tolong aku. Perbaiki urusanku semuanya Ya Allah, dan jangan serahkan kepadaku
walaupun hanya sekejap mata."
Aamiin