Kupu-kupu Cinta

dheita ayu pradnyapasa
Karya dheita ayu pradnyapasa Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 26 Januari 2016
Kupu-kupu Cinta

Masih di tanah lapang seperti kemarin..

Dony dan Clara duduk menikmati hembusan ilalang.

Dony , 6 tahun, duduk di bangku SD, sedangkan Clara, tetangganya yang usianya 1 tahun di bawahna.

Mereka berdua adalah anak tunggal , karena itulah, tak ada saudara untuk bermain kesana kemari. Mama Clara mempercayakan penjagaan Clara pada Dony, ya dia percaya sepenuhnya meski mereka berdua masih kecil tapi tak sekalipun mereka pernah bertengkar.

Tapi sore ini, ada sesuatu yang berbeda,


''Ra, besok Dony ikut mama"

" Kemana? Trus Rara main sama siapa , kak? " dia terduduk lesu

'' Ke Yogya Ra, kata mama pindah semua kesana''

'' Kenapa kakak pindah? Kenapa ninggalin Rara?''

'' Ra, nanti juga Rara bisa punya teman yang lainnya, ''

'' Gak mau, Rara gak mau, maunya sama kakak , '' rengekna

'' Rara, Rara gak boleh nakal, nurut sama papa mama ya Ra, nanti kakak ke Surabaya ya , main lagi sama Rara, ''

'' Kakak yang nakal, Rara anak tunggal, Papa mama gak pernah di rumah kak, kenapa kakak juga ninggalin Rara " isakna

'' Rara. . . .'' Dony pun tak tega melihat tubuh mungil di sebelahnya menangisi kepindahannya


'' Disini cuma kakak yang suka temenin Rara main, ambil kupu-kupu juga nanti siapa kalau kakak gak ada, ''

''Nanti juga ada ra, Rara nanti pasti punya temen lagi disini , pulang yuk Ra, ''

Clara tetap bertahan di ilalangnya. Tak beranjak sedikitpun.

'' Ra,ayo pulang,''

Clara mendongakkan kepalanya, menatap lekat wajah di hadapanya. Tapi mungkinkah dia tak pergi walau Rara lekat menatapnya?


'' Ra, ayuk pulang,udah sore, Rara ntar bau acem kalau gak mandi loh, hayo '' bujuk Dony

'' Mau pulang tapi gendong,''


'' Ya, manja, yuk ''


Tiba-tiba melintas kupu.kupu biru yang sangat cantik. Seolah mengantarkan kepulangan mereka berdua ke rumah.?


'' Kakak, kupu-kupu '' rajuknya manja

'' Sudah, ayo pulang ''

Dengan lesu, Clara beranjak dari tempatnya, bergelayut manja di pundak Dony. Digendongnya si kecil itu. .


**

15 tahun kemudian,


Angin berhembus kencangnya, matahari bergulir ke arah barat.? Laki-laki di tengah lapang ditemani seorang wanita yang agak rapuh karena usianya.


" Ma,mama pulang aja, biarin Doni disini. Dony masih lama neh ma, nanti mama masuk angin"

" Kalau mama pulang, apa kamu bisa pulang sendiri nak? Siapa yang akan mendorong kursi rodamu ? Mama tak pergi kalau kau mausih ingin disini, "


Diam menyelimuti mereka, . Pikiran Dony melayang hingga 6 bulan yang lalu. Kecelakaan maut itu merenggut nyawa papanya, dan meremukkan badannya, hingga dia cacat sekarang. Dan akhirnya membuat keluarganya kembali ke kota kecilnya.

Suara langkah kaki kecil menuju tanah lapang itu membuyarkan lamunannya. Dony memutar kepalanya,mencari arah datangnya langkah yang mengingatkanya pada gadis kecilnya.

" Clara " desisnya

" Mana nak? " tanya mamanya

" Itu ma,di dekat pohon di ujung sana."

" Mama antar kesana ya!"

" Jangan ma, Dony gak mau"

" Kamu yakin sayang gak mau kesana?"

" Ya ma, Dony belum siap ," bisiknya perlahan

" Ya udah ,mama gak maksa, "

Clara masih tetap seperti dulu, bahkan semakin dewasa dan cantik. Menatapnya dari kejauhan saja membuat Dony tak karuan.? Andai aku bisa seperti dulu, bermain bersama dengan gadis kecilnya, tapi tak mungkin, sekarang saja untuk berjalan dia harus dengan kursi roda, bagaimana bisa akan melindungi gadis kecilnya. .

Sore semakin larut dalam bayangnya. . . .

" Ma, kita pulang aja"
" Ya sayang "

Sejauh ini, rasa bersalah masih bergelayut dalam hati Dony. Kalau saja malam itu dia tak merengek pada papanya. Pasti kecelakaan itu tak terjadi. . Malam itu lelah merasuki tubuh Papa Dony, tapi Dony merajuk manja pada Papanya untuk pergi menuju Surabaya, karena Dony ingin segera memperlihatkan piagam wisudanya pada gadisnya. Sang Papa hanya menuruti permintaan anak semata wayangnya, hingga mautpun tak dapat dihalau. Mobil mereka bertabrakan dengan truck di wilayah Magetan. Papanya menghembuskan nafas terakhir ketika dibawa menuju Rumah Sakit terdekat, malangnya Dony tak bisa berjalan lagi akibat kecelakaan maut itu.

" Papa, maafin Dony, pa" desisnya di antara malam yang dingin. .

**
Pagi yang cerah, mengusik mata Dony untuk mengakhiri tidurnya. . Lagipula ketokan di pintu kamarnya, memaksanya untuk membuka mata .


" Sayang, ikut mama ke pasar?" tanya mamanya

" Gak ma, Dony di rumah aja, Ma, Dony mau mandi, "

" Ya nak, mama antar dulu kamu ke kamar mandi"

" Makasih ya Ma, ma.afin Dony udah bikin repot mama "

" Udah kewajibAn mama, Nak. . "


Ma.afkan aku Ma,. Batin Dony. .

" Ma, mama jadi ke pasar?"

" Jadi sayang, "

" Mama sendirian gapapa?"

" Ga papa , nak"

?

Di bilik-bilik pasar, wanita ini tak begitu melihat jalan. . Hingga ia menabrak seorang wanita sebayanya. .


" Ma.af" katanya

" Ga papa bu" wanita itu mendongakkan kepalanya, melihat wanita di depannya.

" Jeng Ami "


Wanita di depannya itu masih bingung, kenapa dia mengenalinya. Nampaknya kebingungannya terbaca.


" Jenk Ami, mamanya Dony?"

"Siapa ya?"

"Aduh jenk, udah lupa? Aku jenk, . Mamanya clara. "

"Ya ampun Jenk Ida. . Maaf lo jenk,lupa"

"Apa kabar Jenk?Kok ada disini? Bukannya dulu pindah?"

Mama Dony hanya tersenyum,?

" Mampir yuk, ke rumah dulu. " ajak mama Clara

" Ndak usah jeng, makasih. . Dony sudah nunggu di rumah ," tolaknya sopan.

"Loh Dony juga ada disini? Kok gak main-main sih jeng, "

Dia hanya mengangguk. .
**

" Don, " panggil mamanya,

" Ya ma, Apa ma ? "

" Tadi mama ketemu mamanya Clara"

" Terus Ma?"

" Mama gak cerita apa-apa, mama takut salah nak,"

" Mama, .Maafin Dony , gara-gara Dony, Papa pergi ninggalin kita, Maaf .. "

" Sudah, kamu ndak salah sayang, itu takdir, Papa sudah bahagia di surga sayang, "

Dony memeluk mamanya. . Hemph. . Mama . Kebahagiaannya hancur karenaku. .

**

Malam ini sunyi, . Dony mel?hat bintang-bintang di beranda kamarnya, .. Tak sadar dia akan kedatangan seseorang . .

" Kakak. . "

Dony mengenali suara itu. Suara manja gadis kecilnya. . Tapi, mungkinkah dia? Dan aku tak mampu bila harus melihatnya tahu keadaanku yang sekarang. .


" Kakak, . "suara itu semakin dekat dengannya. . Dia pelan-pelan memutar kursi rodanya. . Tak percaya gadis kecilnya ada di depannya. .

"Ra. . "

"Kakak"

"Ra, pergilah. . "

"Kenapa? Kenapa Rara disuruh pergi? " tanyanya

"Aku cacat Ra, " airmatanya mengalir

"Kakak, gak boleh ngomong gitu. . Aku tetap sayang kakak " tak disadarinya , kalimat yang bertahun-tahun dia simpan keluar juga. .

"Apa Ra? Rara ngomong apa?"

Baru disadarinya, apa yang telah dia lontarkan pada lelaki di depannya.?

"Maaf kak, maaf"

" Jangan minta maaf Ra. . Masih banyak yang lebih dariku. Pergilah"

"Rara gak peduli. . Kakak tetap disini, di hati Rara. " tunjuknya.


Gadis kecilnya,. Batinnya...


" Ra,aku cacat, Aku gak bisa jalan "

" Kakak bisa jalan, aku yang akan jadi kaki kakak, Rara yang akan bantu kakak jalan, "

" Ra, " desisnya perlahan,

Sepasang mata menitikkan air mata di ujung pintu kamar, perempuan paruh baya yang ikut bahagia mendengar percakapan mereka,

?

?

Tangerang Selatan 26012016

  • view 149