Investasi yang Cocok untuk Dana Darurat

Investasi yang Cocok untuk Dana Darurat

Dhea Anggraini
Karya Dhea Anggraini Kategori Ekonomi
dipublikasikan 01 Agustus 2018
Investasi yang Cocok untuk Dana Darurat

Hidup di ibukota memang banyak kejutan karena kamu bisa mengalami kegembiraan atau bahkan kesialan yang gak pernah kamu duga sebelumnya. Misalnya kejadian macam begini:

Adit : “Sob, laptop gue habis kemalingan di kereta kemarin. Pusing gue gak bisa  kerja”
Aldo : “ Kok bisa?! Terus sekarang kerja gimana? Pinjem laptop siapa?
Adit : “Pinjem duit lo dulu dong buat beli laptop murah. Ntar gajian gue ganti. Yah,please”
Aldo : “Kan bisa pake tabungan elo dulu. Ntar dari duit yang kepake bisa dituker ama gaji lo”
Adit : “Emm gak ada tabungan gue………..”
Aldo : “Jrenggggg! Wah kacau lo! Trus kalo ada kebutuhan darurat begini gimana? Cape deh……”

Yap, mungkin beberapa dari kamu pernah mengalami cobaan kayak Adit dan bingung banget cara ngatasinnya karena belum tentu juga kamu dapet bantuan yang dibutuhkan. Inilah pentingnya kamu buat punya dana darurat untuk berjaga jika ada hal mendadak yang terjadi pada kita misalnya musibah, kecelakaan, sakit, PHK dan lain sebagainya. Dana ini perlu dipisahkan di tempat yang lain, tidak digabung dengan rekening gaji, belanja atau investasi.

Supaya kejadian seperti itu terjadi pada kamu, persiapkan dana darurat dengan perhitungan yang tepat dan sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing. Penulis minta tips dari temen-temen di Mandiri Investasi yang memang jago di bidang ini, dan begini cara menghitungnya:

•    Jika kamu single, sediakan dana darurat 3 kali pengeluaran bulananmu
•    Jika kamu telah hidup berpasangan, sediakan dana darurat 6 kali pengeluaran bulananmu
•    Jika kamu berkeluarga dengan satu anak, sediakan dana darurat minimal 9 kali pengeluaran bulanan kamu
•    Jika kamu berkeluarga dengan 2 anak atau lebih, baiknya kamu sediakan 12 kali pengeluaran bulanan

Langkah awal memiliki dana darurat tentu kamu harus menyisihkan uangmu lalu menyimpannya dalam rekening tabungan. Tapi selain itu, kamu pun bisa mengandalkan investasi karena potensi peningkatan yang kamu dapatkan bisa lebih besar daripada tabungan sehingga uang kamu pun lebih cepat berkembang. Terus, dana darurat mesti diinvestasikan kemana ya? Ini jawabannya!

• Deposito
Kelebihannya, deposito menawarkan return yang stabil yaitu 6% setahun gross (belum dipotong pajak) sehingga kamu ga hanya menabung tapi sekaligus investasi. Pilihlah jangka waktu antara 1-3 bulan untuk perencanaan dana daruratmu di jenis investasi ini. Karena jika kamu mencairkan sebelum jatuh tempo, kamu bisa kena denda.

• Logam Mulia
Emas atau berlian bisa menjadi pilihanmu untuk persiapan dana darurat karena nilainya yang cenderung stabil. Jika kamu berhadapan dengan situasi darurat, kamu bisa membawanya untuk dapat dijual atau digadaikan untuk membiayai kebutuhan kamu. Tapi sebelumnya, kamu perlu tahu karatnya yah supaya tidak tertipu saat diberi harga. Harus dipikirkan pula tempat menyimpannya kalau kamu berencana menabung logam mulia.

• Reksadana Pasar Uang
Reksadana jenis ini lebih stabil dalam pergerakan nilainya sehingga bisa dijadikan investasimu saat darurat. Selain itu, imbal hasil yang bisa kamu dapatkan up to 10% per tahun. Untuk memulai investasi reksadana ini cukup mudah karena kini sudah ada aplikasi tabungan online bernama IPOTPAY. Di IPOTPAY ada banyak pilihan reksadana yang memberikan return tinggi, salah satunya Mandiri Investa Pasar Uang. Mandiri Investa Pasar Uang memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat seperti untuk uang darurat sekaligus memberikan tingkat pendapatan investasi yang menarik.

  • view 66