7 Temuan Menarik Tentang Milenial yang Perlu Kamu Tahu

Dhea Anggraini
Karya Dhea Anggraini Kategori Inspiratif
dipublikasikan 02 Juli 2018
7 Temuan Menarik Tentang Milenial yang Perlu Kamu Tahu

Milenial memang menarik untuk terus dicermati. Banyak penelitian yang telah membahas tentang kehidupan generasi milenial yang lahir di awal 80-an sampai 2000-an tersebut. Uniknya, tidak sedikit penelitian yang menyimpulkan pesimisme mereka tentang milenial. Banyak studi menemukan kalau milenial memiliki persoalan dengan keuangan. Tapi, benarkan mereka benar-benar bermasalah dengan keuangan? Berikut ini sejumlah temuan menarik tentang milenial yang perlu kamu tahu:

1. The Health Foundation

Baru-baru ini ada temuan menarik dari The Health Foundation yang menyebutkan kalau milenial ini akan menghadapi kehidupan yang labil. Teristimewa, mereka ini akan menjadi generasi yangg tidak memiliki dukungan dalam menghadapi transisi menuju kehidupan yang lebih dewasa. Karena tidak memiliki dukungan mereka akan mengalami banyak kesulitan, mulai dari soal kepemilikan rumah hingga pekerjaan. Dari 2.000 orang yang berusia 22 hingga 26 tahun, 64 persen partisipan menyatakan anak muda kesulitan mendapatkan rumah.

2. Kings College London
Mereka menemukan bahwa milenial itu orang-orang yang kesepian sehingga menyebabkan gangguan kesehatan mental lanjutan seperti depresi dan kecemasan. Karenanya, milenial yang kesepian cenderung akan memiliki masalah kesehatan mental, kehilangan pekerjaan serta merasa pesimis terhadap kemampuan mereka sendiri. Mereka sibuk dengan persoalannya sendiri sehingga tidak produktif dalam bekerja.  Keuangan pun menjadi bermasalah. Lebih memprihatinkan, orang yang kesepian, ada kemungkinan 50 persen meninggal sebelum waktunya.

3. Office for National Statistic (ONS) AS
ONS menemukan bahwa 61 persen penyewa rumah berusia muda lebih sering merasa kesepian. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut seperti usia, finansial, dan kurangnya koneksi dengan komunitas.

4. Pew Research Center
Generasi Y, begitu istilah lainnya yang melekat pada mereka, demennya mengeluarkan uang untuk belanja online, jalan-jalan, makan di luar, ngopi dan update gadget. Tapi benarkah mereka itu seperti ini? Benarkah mereka ini boros sehingga tidak bisa menabung atau berinvestasi? Pew Research Center menyatakan karakteristik milenial adalah percaya diri, ekspresif, liberal, bersemangat, dan terbuka pada tantangan. Generasi ini pun dikenal sebagai penggila teknologi atau yang dikenal dengan istilah tech savvy. Ada anggapan umum, mereka ini besar pasang daripada tiang.

5. The Harris Poll
Hasil penelitian terbaru yang dilakukan The Harris Poll menemukan bahwa 92 persen orang muda berusia 21 hingga 37 tahun teryata telah menabung. Sayangnya, hanya sepertiganya yang telah melakukan investasi di luar rencana pensiun yang dipersiapkan. Milenial merasa tidak tahu cara melakukan investasi. The Harris Poll menemukan sekitar 30 persen dari milenial saat ini tidak tahu cara berinvestasi di luar rencana investasi.

6. The Indonesia Capital Market Institute (TICMI)
TICMI menemukan kalau sebagian besar generasi milenial telah melakukan pengelolaan keuangan. Dari 168 responden, sebanyak 61,76% telah menerapkan pengelolaan keuangan dengan investasi. Uniknya, pilihan investasi para milenial itu 54,41% di pasar modal, sisanya di produk perbankan dan sektor riil. Dari 54,41% tersebut mayoritas pilihan produk investasi milenial di saham (80,88%) disusul reksadana (16,18%), obligasi (1,47%) dan lainnya 1,47%. Dari survei yang sama ditemukan kalau sebanyak 39,70% generasi milenial melakukan investasi untuk membeli berbagai keperluan seperti rumah, kendaraan dan biaya pendidikan. Sementara itu, sebanyak 35,30%-nya menjadikan investasi sebagai dana darurat dan 25% untuk mempersiapkan dana pensiun di hari tua nanti.

7. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor di pasar modal berdasarkan data Single Investor Identification (SID) meningkat drastis. Temuan menggembirakan KSEI yaitu kebanyakan investor pasar modal kini didominasi anak muda. KSEI mencatat untuk investor usia 21-30 tahun sebanyak 26,24%, usia 31-40 tahun sebanyak 25,12%, usia 41-50 tahun sebanyak 23,02%, usia 51-60 tahun sebanyak 13,95%, usia 61-70 tahun sebanyak 5,81%, usia 71-80 tahun sebanyak 1,71% dan sisanya di atas 80 tahun.

Datadi atas makin menegaskan kalau milenial saat ini sebenarnya telah melirik investasi, khususnya investasi saham di pasar modal. Mindset kalau investasi saham itu sulit di kalangan milenial pun terpatahkan. Berkat kampanye masif "nabung saham" yang dilakukan BEI bekerjasama dengan sejumlah sekuritas mereka sukses memikat milenial. Apalagi, inovasi demi inovasi terus dilakukan, seperti yang dilakukan PT Indo Premier Sekuritas.

IndoPremier mendekatkan saham pada milenial dengan platform yang tidak ketinggalan zaman melalui IPOTSTOCK. Platform modern IPOTSTOCK menyediakan kenyamanan nabung saham online dengan teknologi tools untuk mengatur return (imbal hasil) terbaik.

  • view 24