Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 28 Mei 2018   10:27 WIB
Bijak Utang Jelang Lebaran Biar Tidak Paceklik

Beberapa pekan menjelang Lebaran, tawaran pinjaman dana cepat ditawarkan banyak pihak. Maklum saja, Lebaran memang butuh banyak dana dan bagi mereka yang memiliki dana cekak biasanya memilih dengan terpaksa ke pinjaman yang berbunga tinggi.

Tawaran pinjaman ini memang menggiurkan tanpa syarat yang ribet seperti cukup modal KTP,  tanpa jaminan apapun, cicilan ringan, aman, tidak ada biaya tersembunyi, tanpa syarat kartu kredit, dana cepat cair hingga reward untuk bayar tepat waktu.

Kemudahan-kemudahan seperti ini biasanya berujung pada bunga yang tinggi dan bahkan mencekik. Begitulah. Jalan pintas tidak jarang ditempuh untuk sekadar penampilan lahirian saat Lebaran.

Tidak jarang orang memilih gali lobang tutup lobang demi Lebaran yang biar kelihatan wah. Kalau seperti ini, bencana paceklik setelah Lebaran sudah di depan mata.

Secara prinsip, tak ada larangan orang berutang. Kendati demikian, menurut para pakar keuangan, sudah selayaknya orang tahu batasan dalam berutang.

Pada dasarnya utang itu dibolehkan asal ditujukan untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya tidak bakal terpenuhi dengan dana tabungan. Selain itu, prinsip utama dalam utang yaitu pemenuhan kebutuhan yang bersifat mendasar, prioritas dan memiliki nilai investasi atau produktif.

Secara umum dipahami, batasan berutang itu sebaiknya tidak melebihi 1/3 dari penghasilan bersih perbulan. Secara logis, 2/3 dari gaji perbulan adalah angka ideal untuk pemenuhan kebutuhan hidup keluarga. Persentase ini akan membantu keluarga terbebas dari kejaran tukang tagih.

Selain itu, ada baiknya jumlahj utang yang diterima diback-up dengan aset yang nilainya lebih besar dari jumlah utang tersebut. Dalam situasi terburuk,  ketika tidak mampu bayar, ada aset yang bisa dijual untuk melunasi utang.

Batasan lain juga perlu dilihat yaitu Nilai Aset Bersih (NAB) yang jika dikurangi utang masih menyisakan kondisi positif alias tidak minus.

So, setelah paham tentang batasan utang,  tidak ada salahnya mengenal investasi. Mengapa demikian? Biasanya, mereka yang tidak paham utang, biasanya tidak paham investasi.

Investasi itu sebenarnya salah satu dari banyak cara untuk mengendalikan utang. Mereka yang paham investasi, tentu tidak gampang untuk berutang untuk hal-hal yang sifatnya tidak produktif.

Investasi itu sebuah perencanaan jauh hari yang bisa menghindarkan orang berutang. Maklum saja, yang namanya investasi biasanya mendatangkan imbal hasil (return) yang lebih tinggi dari sekadar bunga tabungan dan deposito di bank.

Salah satu instrumen investasi yang paling gampang dilakukan oleh pemula yaitu nabung reksadana online. Platform untuk ini banyak kita temui, salah satunya yaitu IPOTFUND dari PT Indo Premier Sekuritas.

Sebagai supermarket reksadana online terbesar di Indonesia dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 130 ribu, IPOTFUND menawarkan lebih dari 200 produk reksadana dari 35 Manajer Investasi terpercaya yang dapat diakses multiplatform mulai desktop, laptop, tablet hingga smartphone. Perencanaan keuangan yang baik mengarahkan kita untuk tidak mudah berutang.

Karya : Dhea Anggraini