Pendidikan Anak Sejak Dini

Dhanika Prd
Karya Dhanika Prd Kategori Psikologi
dipublikasikan 21 Mei 2016
Family-Parent-Things

Family-Parent-Things


Mengajak teman-teman untuk menelaah lebih lanjut ketika membangun keluarga dan menjadi orangtua. Berbagi pengetahuan tentang pentingnya peran ayah, ibu, dan anak dalam keluarga. Semoga bermanfaat. :)

Kategori Acak

329 Hak Cipta Terlindungi
Pendidikan Anak Sejak Dini

Kemarin sempet lihat postingan bertuliskan, “Mendidik anak bukan sejak dini, tapi sejak memilih istri.” Laaah, emangnya besok istri atau ibu saja yang berkewajiban untuk mendidik anak? Nggak lah! Seperti yang sempat ku tulis di postingan sebelumnya AYAH JUGA HARUS TERLIBAT DALAM PENGASUHAN ANAK!

Well, mungkin yang lebih tepat adalah “Mendidik anak sebaiknya dimulai ketika memilih pasangan untuk bersama-sama mengasuh dan mendampingi dan mengasuh anak kelak.” Kalau menurut saya, mendidik anak lebih baik lagi sedini mungkin ketika kita sedang membentuk karakter atau jati diri kita sendiri. Bingung? Atau terasa nggak masuk akal? Hehe.

Gini lho, sekali lagi menurut saya, karakter anak kelak itu dibangun oleh nature dan nurture. Tentu pernah denger dong. Nature ini sifatnya genetis kan ya. Nah, menyiapkan kondisi genetis yang baik sebisa mungkin dilakukan atau disiapkan bahkan sebelum berencana punya anak. Karena apa pun karakter yang terbentuk pada diri anda, bisa jadi nanti akan menurun secara genetis pada anak anda kelak. Kalau anda memiliki karakter yang baik, bisa jadi sifat baik anda akan menurun secara genetis kepada anak. Begitu juga ketika anda punya karakter yang kurang baik.

Kalau sudah menyiapkan nature, boleh lah menyiapkan nurture-nya. Apa sih nurture ini? Nurture ini adalah kondisi dari lingkungan, hal-hal yang mempengaruhi kondisi anak kita yang bukan berasal dari genetis. Bisa berupa makanan atau gizi, bisa tentang pola asuh, bisa tentang suasana rumah sehari-hari, bisa jadi tentang apa aja yang tidak diwariskan melalui genetis.

Lalu gimana cara kita menyiapkan nurture kalau anaknya belum ada? Bisalah lewat baca-baca buku parenting, ikut seminar pra nikah kalau minat ikut seminar parenting juga boleh. Kalau ada yang komentar, lebay banget sih, rencana nikah aja belum ada masak iya udah belajar parenting? Nah, justru karena belum menikah kalian bisa menyiapkan lebih awal tentang lingkungan yang akan membentuk karakter anak kalian. Toh, ilmunya aplikatif banget, kalau belum bisa kita terapkan ke anak kandung sendiri, bisa kan kita terapkan ke adik, keponakan, atau ilmunya ditularkan kepada saudara atau sahabat yang hendak atau sudah punya anak.

Setelah itu, balik lagi ke awal pembahasan, memilih pasangan. Sepertinya akan lebih nyaman ketika punya pasangan yang memiliki satu visi misi tentang pengasuhan anak. Cari pasangan yang ngga cuma  mau bekerja sama dalam membangun rumah tangga, tapi juga mau bekerja sama mendidik anak. Sebagai orangtua, nantinya kalian akan dituntut untuk menjadi tim yang kompak. Nggak lucu kan kalau ayah dan ibu memiliki keinginan yang berbeda pada anaknya. Kasihan anaknya.

Anak itu anugerah dengan tanggung jawab yang besar, sehingga perlulah kita mempersiapkan dari sejak dini. Anak itu penerus generasi, maka nggak salah kok kalau kita ingin membangun generasi selanjutnya dengan lebih baik. Sebagai orangtua yang memiliki amanah langsung dari Allah SWT untuk mendidik dan mengasuh anak, kita perlu membuat blueprint atau ancang-ancang. Kira-kira anak kita nanti mau dibangun seperti apa sih? Anak yang tangguh? Anak yang memiliki akhlaq yang baik? Anak yang taat beribadah? Anak yang bisa membela diri? Atau seperti apa? Untuk itu kita perlu menyiapkan atau mengkondisikan nature dan nurture untuk anak kita agar mereka nggak kelimpungan mencari tujuan hidupnya.

Selamat dan semangat mencetak generasi yang lebih baik!

Pict from: here

  • view 191