My Stupid Boss (Review Film - No Spoiler)

Dhanang Adi
Karya Dhanang Adi Kategori Lainnya
dipublikasikan 24 Mei 2016
My Stupid Boss (Review Film - No Spoiler)

My Stupid Boss adalah film bergenre komedi arahan sutradara Upi yang dibintangi sejumlah artis asal Indonesia dan Malaysia. Dari Indonesia ada Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari, Alex Abbad, sementara dari Malaysia di antaranya adalah Bront Palarae dan Atikah Suhaime. Bagi saya, “My Stupid Boss” adalah film komedi yang sangat segar dan menghibur, dari awal hingga akhir film tak henti-hentinya ketawa.

Diceritakan, Dika (Alex Abbad) dan Diana (Bunga Citra Lestari) adalah pasangan suami istri yang berpindah-pindah tempat tinggal karena tuntutan pekerjaan dari sang suami. Suatu kali, mereka mesti berpindah ke Kuala Lumpur. Diana yang merasa bosan tinggal di rumah memutuskan untuk mencari pekerjaan di sana. Diana mendapat sebuah pekerjaan di tempat Bossman (Reza Rahardian), seorang warga asal Indonesia yang mempunyai perusahaan di Malaysia, yang tak lain adalah kawan Dika. Masalah demi masalah mesti dihadapi Diana saat mengetahui bahwa perusahaan tempatnya bekerja ternyata adalah perusahaan tidak jelas yang memiliki banyak hutang dan sistem kerja yang amburadul. Belum lagi kelakuan Bossman yang aneh dan tidak lazim, semakin membuat Diana merasa stress. Bossman memiliki prinsip “Bossman Always Right” dan “Impossible We Do, Miracle We Try”, yang membuat para karyawannya senantiasa tertekan menghadapi Bossman. Lantas, bagaimana Diana menyikapi segala kelakuan aneh dari Bossman? Untuk selengkapnya, silahkan tonton sendiri saja. Hehehe.

Perpaduan unsur komedi antara Indonesia dan Melayu membuat film ini menjadi sangat menarik. Sejumlah istilah dalam bahasa Jawa yang cukup lucu pun tak ketinggalan untuk dimasukkan ke dalam film. Bisa dibayangkan ketika orang-orang Melayu mesti dipaksa memahami guyonan-guyonan khas Jawa yang dibawakan dengan apik oleh Bossman. Reza Rahardian berhasil memerankan tokoh ini secara total. Begitu pun dengan karakter-karakter lain di film ini, menurut saya sudah sukses dibawakan oleh para pemerannya. Kostum yang dikenakan pun enak dipandang mata. Saya kurang tahu apa istilahnya, entah gaya retro atau apalah namanya, gaya busananya cenderung rada klasik serta berwarna-warni, jadinya malah lucu buat dilihat. Soundtrack yang digunakan pun lagu-lagu pop melayu lama yang sudah tidak asing di Indonesia. Ceritanya simpel, lucunya sangat mengena, sampai tak terasa filmnya tiba-tiba saja sudah selesai. Ah, saya tidak ingin banyak komentar, pokoknya film ini keren dan layak tonton. Maju terus perfilman Indonesia!