AADC 2 (Review Film - No Spoiler)

Dhanang Adi
Karya Dhanang Adi Kategori Lainnya
dipublikasikan 29 April 2016
AADC 2 (Review Film - No Spoiler)

Film nasional apa yang paling ditunggu kehadirannya di tahun 2016 ini? Kemungkinan besar, jawabannya adalah AADC 2. Setelah 14 tahun lamanya, AADC pun hadir dengan sequel terbarunya. Film yang disutradai Riri Reza ini tetap mengusung semua pemain utama dari AADC 1, minus Ladya Cheryl (Alya). Seiring bertambahnya usia para tokohnya, kehidupan mereka pun berkembang. Beberapa tokoh baru ditambahkan di dalam film. Dari pihak Rangga, kini dimunculkan ibu dan saudara-saudaranya yang sudah lama terpisah. Sementara dari geng Cinta, dimunculkan sejumlah lelaki yang menjadi pasangan dari anggota geng tersebut. Kehadiran para tokoh baru itu membuat cerita tambah menarik, tanpa mengurangi porsi karakter utama yang sudah ada.

Cerita diawali dengan reuni geng Cinta, sekaligus sebagai perkenalan kepada penonton apa yang sudah terjadi kepada mereka selama 14 tahun terakhir. Cinta (Dian Sastrowardoyo), Maura (Titi Kamal), Milly (Sissi Priscilia), Karmen (Adinia Wirasti) tetap mempertahankan karakter mereka seperti di AADC 1. Mereka merayakan kebersamaan dengan merencanakan liburan ke Jogja. Di sisi lain, Rangga (Nicholas Saputra) yang sudah 14 tahun tinggal di New York, kini bekerja sebagai pemilik kafe dan penulis di majalah. Ketenangannya terusik saat  tiba-tiba kedatangan adiknya dari Indonesia, dan mengharuskannya untuk kembali ke Indonesia. Rangga pun mesti ke Jogja untuk menyelesaikan persoalan keluarga yang sudah lama dibiarkannya. Sama-sama berada di Jogja, terciptalah sebuah momen bagi Rangga dan Cinta untuk saling bertemu. Detik-detik pertemuan pertama antara Rangga dan Cinta ini adalah saat paling mendebarkan di sepanjang film. Sembilan tahun tak bertemu menyisakan banyak persoalan yang belum terselesaikan antara mereka berdua. Cinta mesti berdamai dengan masa lalunya bersama Rangga, sebagaimana Rangga yang juga mesti berdamai dengan keluarganya. Akankah Rangga dan Cinta bisa berdamai dengan masa lalunya masing-masing? Dan apakah Rangga dan Cinta akhirnya bisa bersatu kembali? Selengkapnya, tonton di bioskop saja ya. Hehehe.

Kualitas akting para pemainnya sudah tak diragukan lagi. Para personil geng Cinta semakin matang memainkan karakter masing-masing. Cinta yang periang, Maura yang super rempong, Karmen yang wise namun kadang galak, dan Milly yang rada lemot tapi paling lucu. Chemistry yang mereka bangun sebagai sahabat terlihat sangat hidup. So, patut diacungin jempol untuk para pemain ceweknya. Untuk Nicholas Saputra, saya sempat melihat beberapa film terakhirnya, dan menurut saya karakternya di film-film itu terlihat rada flat. Karakternya hampir sama semua, dan serasa berkiblat pada karakter Rangga. Nah, karena disini Nicholas Saputra sudah kembali menjadi Rangga, ya memang seperti itulah dia. Karakter yang dimainkannya menjadi lebih kuat di AADC 2 ini. Jadi, casting di film ini secara keseluruhan sudah oke menurut saya.

Yang cukup membedakan AADC 2 ini dengan film sebelumnya adalah banyaknya sisi komedi yang diselipkan ke dalam cerita. Tak jarang, adegan romantis tiba-tiba saja bercampur dengan komedi. Perpaduannya cukup pas, dan membuat filmnya menjadi lebih segar. Lagu-lagu yang menghiasi film sebagian masih diambil dari lagu-lagu di AADC 1, dan sebagian lainnya lagu baru. Dan yang paling berkesan bagi saya ada sebuah lagu rap berbahasa jawa yang dinyanyikan grup rap lokal. Sumpah, lagu itu membuat filmnya makin pecah.

Sinematografi yang ditampilkan pun bagus. Mengambil setting sebagian besar di Jogja, film ini menampilkan sisi-sisi lain Jogja yang jarang terekspose. Mungkin orang hanya tahu Malioboro, Keraton, ataupun objek-objek yang sudah mainstream lainnya. Disini, saya melihat sejumlah tempat yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Ah, atau sayanya saja yang memang kurang piknik ya? Dari sisi cerita, film ini sangat mudah dicerna. Penonton tidak perlu berpikir keras untuk memahami jalan ceritanya, tinggal duduk santai dan menikmatinya saja. So, tunggu apalagi? AADC 2 adalah film nasional yang sangat layak ditonton, sebanding dengan hebohnya pemberitaan filmnya. Maju terus perfilman Indonesia!!


  • Ayin Elfarima
    Ayin Elfarima
    1 tahun yang lalu.
    Walaupun di judulnya udah ditulis 'No Spoiler', saya tetap gak berani baca review ini sampai sudah nonton filmnya. Bukan karena gak percaya benar no spoiler, tapi khawatir isi review ini mempengaruhi saat saya nonton langsung filmnya. Hehehe.

    Tapi ulasannya tetap keren walaupun tidak menceritakan isi filmnya. Salut!
    Dan saya sepakat sama Mas Dhanang, AADC 2 layak ditonton.

    Salam kenal, Mas Dhanang.

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    wahh no spoilerr...keren

  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    1 tahun yang lalu.
    Waah makin penasaran pengen nonton filmnya ini ...
    Thanks for no spoiler yak, kalo spoiler, jadi gak seru lagi donk buat kita yang belum sempet nonton

  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Maju terus perfilman Indonesia,
    Maju terus Mas Dhanang Adi...

    Harapan saya membaca ini agar tak harus antri dan nonton filmnya, eh ternyata masih gantung. Hehe... Tapi, tetap keren seperti ulasan sebelumnya...

    • Lihat 2 Respon