#1

dhe .
Karya dhe . Kategori Lainnya
dipublikasikan 31 Mei 2016
#1

Dalam gelapnya malam, entah untuk ke berapa kalinya merenung dan menyalahkan diri.
Nafsu mengalahkan semuanya.
Baik akal pikiran dan jiwa.
Setan menyebar ke seluruh urat nadi dengan begitu kuatnya dan membelenggu apa yang ada.
Tak ada sedikitpun niat untuk melepaskannya.
Selalu...selalu seperti ini.
Rasanya seperti terhimpit di antara tebing-tebing yang curam.
Dan terhampas kerasnya gelombang tsunami, sampai bernafas pun terasa seperti tak terasa.
Pikiran pun melayang, di dalam hati seraya berkata "Apakah aku masih ada di dunia ini?"
Untuk menghadap bahkan mengingat Dia pun merasa "Apakah diri ini pantas?"
Untuk menyebut Dia saja terasa kelu bibir ini.
Merasa yang akan keluar nanti hanyalah seonggok kotoran yang sangat menjijikkan.
karena diri ini tak lebihnya dari kotoran yang lebih hina dari semua kotoran yang ada di dunia ini.
Menjijikkan!!
Syukur?
Tak pernah sekalipun ada dalam hidup yang sudah diberikan olehNya.
Selalu sombong. Angkuh. Takabur. Merasa semua terjangkau dan akan selalu tersedia di tangan.
Ingkar?
Ya...setiap waktu. Merasa umur yang diberikan masih sangat panjang. Selalu berpikir "Nanti" dan "Nanti"
Tapi...Apakah akan ada "Nanti" itu?
Tuhan? Apakah Kau membenciku?
Membenci diri ku ini sehingga Kau lepaskan pelukanMu dari ku?
Atau sebenarnya....apakah aku sendiri yang melepaskan diri dari pelukanMu?
Jika ku tanpaMu, akankah masih ku bernafas?
Jika ku tanpaMu, akankah masih ku bertahan?
Tuhan...Aku tersesat dalam jalan ku.
Aku seperti kehilangan hati dan jiwa ku.
Tuhan...
Jangan membenciku saat tak ada satu pun yang berada di sisi ku.

  • view 100