Get Ofer

dewi juita
Karya dewi juita Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 Desember 2017
Get Ofer


Dia berlari, terus saja berlari tanpa tahu tujuan untuk berhenti, yang ada di fikirannya adalah rasa kesal yang tak habisnya, bukan pada orang lain melainkan kesal yang sangat besar pada dirinya sendiri....

Pagi itu, seharusnya Dia mengikuti sebuah kegitan seni yang pada zamannya adalah wajib di mengerti dan difahami oleh gadis seumurannya. Tp tidak dengannya...

Mulai dari tidak tahu, membenci, berusaha mecintai, sampai lelahpun menghampiri, tepat empat tahun Dia mempelajari seni itu, tapi tidak ada perkembangan padanya, Dia tetap saja tidak bisa, seperti teman remaja pada umumnya...

Dia berlari, tak menggunakan sendal, terus saja berlari karena rasa malu sudah mulai mengiringi kekesalannya, hingga butiran beling pun melukai kakinya, tapi tak dirasakakannya..

Hingga anginpun membawanya kesebuah sungai, tiba-tiba matanya menangkap sebuah pemandangan yang mengingatkannya pada sejarah yang sering diceritakan ayahnya

"Air, menetes pelan membasahi dan mengenai batu., lama.... sangat lama namun batu yang keras itu bisa bolong akibat titisan air yang mengenainya"

Dia berfikir dalam hatinya, batu sekeras itu bisa bolong karena titisan air?, bagaimana dengan aku, mengapa aku tidak banyak bersabar untuk mengadapi semua ini dengan terus berusaha, aku pasti bisa (akhirnya dia memutuskan untuk pulang dan menemui ayahnya)

Di tengah perjalannya, Dia bertemu dengan pria tampan yang tiga tahun telah di kaguminya, pria itu tersenyum, tapi bukan senyuman untuknya, melainkan untuk wanita yang berdiri disampingnya...

Hatinya memberontak, Dia tahu kebenaran memang telah menamparnya sangat keras seperti dinding sampai Dia pun terjatuh..

Hatinya berbisik lagi "bagaimana mungkin awan menyukaimu, sedangkan Dia telah berjalan dengan wanita yang paling cerdik tingkat ilmunya, yang hanya butuh 2 minggu untuk menghafalkan bait-bait dari syair dan tarian yang tidak bisa kamu kuasai dalam waktu empat tahun lamanya". Lagi dan lagi kebenaran telah menamparnya

Pria itu berjalan melewatinya, tanpa sedikitpun melihat bayangnya, sedangkan Dia, matanya tak pernah lepas dari pria itu sampai hilang bayangnya..

Dia berjalan lagi, terus berjalan...
Batinnya berteriak kencang, matanya menghadap langit, pada saat itu raja pagi tepat berada di atas kepalanya (panas, sangat panas) namun tidak bagi hatinya yang gundah itu...

"Tuhan...!!!! Aku tahu Engkau ada, aku percaya keajaibanMU, aku hanya ingin meminta jawaban dariMu, dimana kunci dari kehidupanku yang seperti ini, aku ingin bisa keluar dari segala masalahku, bantulah aku"

Tiba-tiba saja, raja pagi yang tadinya menantang, sekejap langsung hilang tertutup awan tebal, yang entah dari mana datangnya...

Hujan mulai turun membasai seluruh tubunya, semua orang berlari mencari tempat untuk berteduh, sedangkan Dia?, Dia terdiam dengan seribu bahasa, Dia merasa langit telah memeluknya erat sangat erat, jiwanya mulai tenang...

....saat Dia terbangun, ternyata Dia tidak sedang dalam dunia manusia, Dia telah berada di dunia lain, yang sangat asing banginya....

Apakah hujan yang telah membawanya???

...Tobe continue....

  • view 38