SmartPhone “TUHAN BARU” di Era Digital

dewi juita
Karya dewi juita Kategori Buku
dipublikasikan 12 November 2017
SmartPhone  “TUHAN BARU”  di Era Digital

Sudah sangat banyak artikel atau pun buku yang menjelaskan bagaimana bahayanya kecanduan SmartPhone.

Kecanduan adalah sesuatu yang timbul akibat pekerjaan atau perbuatan yang dilakukan berulang kali atau pekerjaan yang dilakukan secara berlebihan.

 Dalam agam Islam sesuatu yang berlebihan sangat dilarang, karena akan menyisakan dampak negatif baik itu yang bersifat membahayakan diri sendiri atau pun membahayakan orang lain. Seperti dalam surat Al-an’am ayat 141:

janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-An’am 6:141]

SmartPhone merupakan dampak dari perkembangan globalisasi teknologi yang memuat berbagai aplikasi seperti Facebook, Twitter, Yahoo, Youtube, Instagram, WA, BBM, Line dan masih banyak lagi. Dari aplikasi diatas, Facebook dan Twitter merupakan media sosial yang paling banyak diakses.

Hasil Survey dari Asosiasi Penyelenggara  Jaringan Internet Indonesia atau APJII mengatakan bahwa lebih dari setengah penduduk di Indonesia telah terhubung dengan internet dan APJII menemukan 13,7 juta orang Indonesia telah terhubung atau telah menggunakan intenet (Kompas, 24 Oktober 2016) dan 235 juta penduduk Indonesia menggunakan Facebook.

Facebook merupakan alat yang digunakan untuk mengUpload foto-foto yang dianggap keren serta tempat yang dianggap gaul oleh facebooker (sebutan bagi pengguna facebook). Bukan hanya itu, Facebook juga digunakan untuk memberitakan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi, yang sedang dirasakan, yang ingin dirasakan, yang diimpikan atau pun sekedar curhat agar terlihat keren oleh para pengguna Facebook, lebih parah lagi, Facebook juga digunakan untuk berkeluh kesah yang berdampak pada pergeseran realitas Tuhan.

Tuhan dalam epistimologi, tempat bersandar manusia, tempat mengadu, yang disembah, yang Maha tinggi, yang di Esakan, dan tempat tujuan akhir bagi manusia. (Nurudin,2012,p.166)

Setelah munculnya SmarPhone, para Facebooker sadar atau tidak sadar telah menjadikan Facebook tempat besandar, mencari solusi serta tempat berkeluh kesah. Contoh:

1. Facebook digunakan untuk memanjatkan doa

“Ya Tuhan ampunilah dosaku yang banyak ini, aku akan segera berubah secepatnya”

2. Facebook sebagai alat untuk pengangkat citra

“Ngaji baru semenit undah capek, besok harus ngaji lebih banyak lagi”

Contoh diatas menjelaskan bahwa fungsi Facebook telah berkembang seiring arus globalisasi. Para User telah kecanduan dengan SmartPhone sehingga bangun tidur membuka Hp, mau tidur cari Hp, ini merupakan dampak dari kecanduan. Jika para User atau Facebooker,  dalam perasaan bahagia, menderita atau pun sekedar meminta saran atau pendapat maka dengan cepat jarinya akan membuka Smart Phone lalu mencari aplikasi Facebook dan membuat status. dengan kata lain, Facebook telah dianggap sebagai alat untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Wallahu a’lam

  • view 199