Terorisme Ancaman Yang Perlu Diwaspadai

Dewie DeAn
Karya Dewie DeAn Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 November 2017
Terorisme Ancaman Yang Perlu Diwaspadai

Jika ditinjau dari artinya terorisme adalah serangan yang terkoordinasi untuk membangkitkan perasaan teror di masyarakat. Sereangkaian peristiwa terorisme begitu mengancam masyarakat sipil yang tidak berdosa.

Peristiwa yang masih ingat di benak saya ketika penembakan di Prancis, penembakan di Paris, serangan bom di Inggris dan beberapa kejadian terorisme yang biadab merenggut banyak korban. Semua rentetan kejadian itu selalu menunjuk Islam adalah biangnya. Setiap ada serangan pasti sudah melihat islam lah yang  melakukan kejahatan itu.

Merembet ke Indonesia. Mulai peristiwa bom Bali, bom panci, bom Sarinah, penusukan aparat TNI, bom di terminal Kampung Melayu. Semua menduga itu adalah kerjaan para teroris dan orang islam adalah pelakunya. Karena menurut mereka selalu ditemukan KTP atau tanda pengenal pelaku di tempat kejadian menunjukkan beragama islam. Ah, ini lelucon yang tidak lucu sebenarnya. Tapi, saya harus tertawa terbahak-bahak. Karena seorang teroris tidak akan begitu mudahnya memberi identitas aslinya, apalagi sengaja meninggalkan di tempat kejadian.

Para perusak dunia, zionis-zionis pembuat kekacauan, orang-orang yang tidak suka islam akan merasa senang dengan hal ini. Karena mereka berhasil membuat nama Islam menjadi sesuatu yang mengerikan. Menciptakan islam phobia. Ketika melihat seorang berjenggot panjang, berjubah, bercelana di atas mata kaki, jidat hitam seakan melihat predator yang akan menerkam mangsanya. Begitu pula ketika melihat para wanita Islam bercadar, berjubah, berjilbab seperti melihat hantu yang bergentayangan. Setiap di bandara tidak jarang mereka dicurigai sehingga diperiksa dengan hal-hal yang kadang tidak masuk akal, diborong dengan pertanyaan yang seringkali menyudutkan.

Beberapa kasus teror yang pernah saya baca disurat kabar. Salah duanya penembakan di Las Vegas, AS. Ternyata diketahui pelaku aksi tersebut bernama Stephen Paddock, seorang bekas akuntan kaya berusia 64 tahun yang tinggal di Mesquite, Negara Bagian Nevada. Namun aksinya tersebut tidak digolongkan tindakan teroris. Padahal penembakan membabi buta yang dilakukannya menewaskan 59 orang dan 515 tercedara parah.

Di Palestina sana beribu bahkan berjuta rakyatnya mayoritas muslim setiap hari dihujani mesiu, rudal, tembakan. Rumah-rumah mereka, harta benda mereka dihancurkan sehingga mereka tidur di tenda pengungsian. Anak-anak kehilangan ibu dan ayahnya, tak jarang pula yang kehilangan anggota tubuhnya, terluka hingga cacat seumur hidupnya. Dalang semua itu tidak pernah digaung-gaungkan teroris. Padahal mereka pembuat kerusakan dan keresahan, mengancam ketenangan masyarakat sipil tidak pernah dianggap teroris. Malah ada negara-negara yang membantu para dalang di balik semua itu dengan menyediakan alat-alat perang.

Tapi, kenapa selalu islam atau muslim yang selalu dianggap teroris?

Saya meyakini agama islam adalah agama rahmatan lil'alamin. Rahmat bagi seluruh alam. Selalu mengajarkan kebaikan, keindahan, persaudaraan, kecantikan, kenyamanan, ketentraman dan yang yang baik lainnya. Begitu juga dengan agama yang lain. Selalu mengajarkan kebaikan bukan mengajarkan keresahan, perpecahan, kebiadaban seperti teroris.

Teroris tidak ada agama di dalam hatinya meskipun status di tanda pengenal. Mereka ancaman bersama yang selalu membuat kerusakan, mengorbankan orang-orang yang tidak berdosa. Tapi, dunia melebeli islam adalah teroris, islam terlalu bahaya. Jika bukan islam yang membuat ancaman maka tidak disebut teroris.

Teroris itu tidak beragama di hatinya, teroris adalah ancaman. Jika tidak diwaspadai maka akan menjadi momok dahsyat yang dapat menghancurkan negara ini dan mengorbankan orang-orang tak berdosa. 

#terorisme

  • view 57