Bagian dari doamu

Dewi Rahmi
Karya Dewi Rahmi Kategori Lainnya
dipublikasikan 16 September 2016
Bagian dari doamu

Aku pernah cemburu pada sebuah kertas yang tahu isi perasaanmu. Setidaknya ia lebih kaupercaya daripada aku. Aku pernah cemburu pada 140 karakter yang hanya bisa kautafsir sendiri. Aku pernah cemburu pada berbagai cerita di sebuah tempat yang aku tak ada di sana. Aku pernah cemburu pada stetoskop dan tensimeter yang kau bawa ke mana-mana. Aku pernah cemburu pada bingkai foto yang melukis tawa lepasmu—sekali lagi, tanpa aku. Aku juga pernah cemburu pada selarik bait yang kautulis diam-diam di samping gambar-gambarmu. Terlebih pada gambar-gambarmu, aku bahkan sangat cemburu.

Aku juga pernah sedemikian cemburu pada… ah, aku bahkan menggigil untuk menulisnya.

Tapi kemudian aku diam, mengapa aku harus cemburu? Dan aku tertunduk menerka-nerka cerita. Melarikkan rasa di atas tuts-tuts hitam, karena aku tidak bisa menggambar sepertimu. Hey, apa kamu juga pernah cemburu pada tuts-tuts ini?

Aku pernah tersenyum menyaksikan tawa mereka melebur dalam tawamu. Aku bahkan pernah ingin menjadi mereka, agar tak perlu ada kekakuan saat tiba-tiba kita harus sekadar saling bersapa "Apa kabar?" tanpa temu. Aku juga pernah ingin menjadi angin yang menjadi perantara di setiap bisikmu atau menjadi udara yang menguapkan keluhmu.

Tapi, lama aku mematut diri, untuk saat ini, aku ingin menjadi bagian dari doamu saja.

(Novel Teka-Teki Rasa, halaman 43)

  • view 208