Refleksi diri

Dewi Rahmi
Karya Dewi Rahmi Kategori Inspiratif
dipublikasikan 03 September 2016
Refleksi diri

Saat kamu beranjak dewasa kelak, kamu akan dikelilingi dengan banyak keinginan, dengan banyak cita-cita, dengan banyak harapan. Kejar apa yang benar-benar kamu cita-citakan, Sayang. Perjuangkan apa yang benar-benar kamu yakini, usahakan apa yang benar-benar kamu inginkan. Mungkin kamu akan menemukan kegagalan, atau mungkin kamu harus jatuh-bangun mendapatkannya, mungkin kamu akan butuh banyak kesabaran untuk sampai padanya.

Tapi jangan pernah lupa, saat kamu berhasil, saat kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan, saat kami memiliki apa yang kamu harapkan; Berhentilah sejenak, Sayang. Untuk mensyukuri semuanya, untuk mensyukuri kepercayaan atas segala titipannya, untuk menghimpun dan memohon kekuatan agar bisa menjaga dan mempergunakan titipan itu dengan sebaik-baiknya. Bersyukur, karena kamu sudah ada pada titik itu. Bersyukur, agar langkah ke depan semakin ringan. Bersyukur, agar kita terhindar dari keluh kesah.
Kita akan mengenal dari orang lain keteguhan prinsip, kelapangan hati, keluasan ilmu, hangatnya kasih sayang, tentramnya pengertian, leganya pertolongan, indahnya persahabatan, kesetiaan cinta, pedihnya pengkhianatan, buruknya muka masam, bahaya amarah, ikhlasnya pengorbanan, panjangnya penantian, beningnya air mata, riangnya canda, singkatnya waktu…
Setiap episode hidup seseorang berkaitan dengan episode seseorang yang lain. Skenario yang saling terhubung, menunjukkan fenomena sebab-akibat. Tidakkah kita percaya pada Pemilik skenario paling sempurna? Tidak pernah ada kebetulan. Bahkan setiap daun yang tercerabut dari dahan sudah tertulis. Apalagi urusan manusia. Kita sungguh tahu itu semua. Kita sungguh paham. Hanya saja mengatakan, menuliskan, mendengar, dan mengiyakan tidak pernah lebih sulit daripada melaksanakan. Setidaknya kita saling mengingatkan. Tugas kita hanya taat, bukan?

  • view 222