Guyonan ala Tuhan

dewi adwinda
Karya dewi adwinda Kategori Motivasi
dipublikasikan 07 April 2016
Guyonan ala Tuhan

Mbah Sudjiwo Tedjo pernah nulis kalau Tuhan itu Maha Guyon.

Awalnya senyum aja pas baca tulisannya.

Secara di Asmaul Husna nggak ada sifat Allah yang kayak begini.

Tapi ternyata baru ngerasa kalo' Allah beneran lagi becanda sama hidupku itu pas aku lagi patah hati.

Duh ciye curhat deh.

Kali pertama ngerasain sakit hati emang cekit-cekit banget.

Makan tak enak, tidurpun tak nyenyak (uda kayak lagu aja)

Berhari-hari, berminggu-minggu masih terngiang kenangan bersama si dia.

Pergi kemana inget dia jadi galau.

Orang lewat kecium parfum yang mirip punyanya jadi galau.

Sampe ngeliat sticker klub bola favoritnya juga jadi galau.

Pokoknya rapuh dan gampang mellow deh.

Temen-temen terus kasih motivasi, kasih semangat, berkata kalo jodoh nggak akan kemana.

Iyauda aku iyain aja, mencoba mempraktekkan resep-resep anti patah hati yang mereka kasih.

Nyoba senyum sebisanya.

Ketawa semampunya.

Tapi kalo malem menjelang kumat lagi galaunya.

Asli kesiksa banget.

Tapi Live must go on.

Membiarkan waktu, kesibukan dan orang-orang disekitar yang menyembuhkan.

Setahun berlalu, semua rasa sakit perlahan mulai teratasi.

Uda jarang galau.

Uda mulai kuat.

Uda mulai setrrroooonnggg lah (menurut versiku)

Sampai pada suatu hari...

Dia yang sudah kusebut sebagai mantan itu muncul.

Ya dia kembali menyapa dengan ringannya.

And what??

Benteng yang aku kira Strong itu ternyata ga se Strong yang aku kira.

Mantan yang aku kira aku sudah melupakannya.

Mantan yang aku kira sudah tergantikan tempatnya.

Ternyata aku nggak bener-bener melakukannya.

Duh Gusti kenapa mantan itu muncul lagi.

Membawa kenangan yang sudah mulai aku kubur.

Membangkitkan memori yang mulai aku delete.

Kenapa Allah membiarkanku bertemu dengannya lagi.

Kenapa Allah mendekatkan kami lagi.

Apa Allah lagi guyonan sama aku.

Ah sudahlah aku sudah belajar banyak tentang rasa sakit, kecewa yang mereka bilang itu patah hati.

Aku bersyukur pernah merasakannya, menandakan bahwa aku bener-bener manusia.

Dan aku memutuskan nggak mendekati mantan ruwet itu.

Kata orang sih mantan itu kayak sekolah.

Kita bakal kesana suatu hari tapi cuma sebatas reuni aja nggak sampe kembali ke masa itu.

Lagipula aku belajar dari cinderella.

Andaikan pada waktu itu dia menoleh kebelakang dan mengambil sepatu kacanya, mungkin cinderella nggak akan pernah jadi princess.

Iya kan?

Hidupku sekarang lebih bahagia.

Lebih dewasa dan mau terus belajar.

Melakukan hal yang aku suka, jalan-jalan, hangout sama temen, bersosialisasi sama orang baru.

Melakukan hal yang nggak pernah aku lakukan, salah satunya nulis kayak begini.

Aku percaya Allah yang Maha Guyon itu tau yang terbaik buat aku.

Nggak usah terlalu khawatir sama masadepan.

Nikmati apa yang kamu punya dan bisa kamu lakukan sekarang.

Use ur youth as good as you can :)


  • Komentator Ngasal
    Komentator Ngasal
    1 tahun yang lalu.
    bisa foto gitu di mana ya.... #eh

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Becanda ala Tuhan maknanya dalem loh.. jarang orang yg bisa menemukannya.. yang ada malah apa yg terjadi kepada dirinya itu sebagai ujian dan cobaan.. sampai ada kalanya seseorang berfikir "kapan ujian ini berakhir ya Tuhanku" ..

    • Lihat 4 Respon