Ini  yang Sebenar-benarnya Patah Hati

Dewi Syafrina
Karya Dewi Syafrina Kategori Puisi
dipublikasikan 31 Januari 2016
Ini  yang Sebenar-benarnya Patah Hati

Seorang kawan mengirimkan saya resah hatinya dalam puisi. Ia sedang patah hati. Lantas, tak perlulah ditanya mengapa patah hati dan puisi itu selalu berkawan.?Barangkali ada semacam dorongan untuk mengeluarkan kata-kata ketika telah pupus harapnya. Serupa tak sanggup lagi melakukan apa-apa selain menuliskan kata-kata. Perasaan kemudian menjadi kemayu kala sepoi angin dari jendela membisik halus, ?Kamu, yang sabar. Ia akan kembali.? Namun tak ada guna bisik angin yang seperti itu jika lagu syahdu tanpa sengaja mengalun?lagu india pula.

Maka inilah puisi yang sebenar-benarnya patah hati itu. Puisi seorang kawan yang entah dengan apa bisa ia obati dukanya. Jika saja air mata bisa menjadi tinta, barangkali akan ia gunakan untuk menulis sajak duka.

?

Yang Menangis Kemudian Menangis Kembali

dari Rafdisyam untuk.....

?

Makhluk ini dibangkit dari tanah rapuh

berakhir jua di jantung bentala

tempat akar mengakar, tumit bertumpu

diciptakan berharkat

berkirana dari seluruh zat hasil ciptaan

Ia bukan empu segala

Ia letak salah dan khilaf

maka maaf cara kembali untukmu

pun untuk-Nya

?

Lantas kala termaktub doa

dan bila harap tak terkabul jua

biar menjadi penjaga langit

jadi perisai dari petaka

?

Maka jika rasa tak dirasakan lagi

jika yang kau sebut cinta tak bisa menyatukan lagi

cintai Allahku yang setiap alir darahku atas kebaikan-Nya

di sana ada makhluk tanah yang disebut ?aku?

sebab karisma-Nya ia sejati mencintaimu

?

Padang, 31 Januari 2016

?Puisi ini ditulis oleh Rafdisyam untuk sebuah nama yang masih (dan akan selalu) ada di dalam kepalanya.

?

sumber gambar: IG Rafdisyam

  • view 271