Adakalanya hadirmu tak dirindui (lagi)

Devi Grün
Karya Devi Grün Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Juni 2017
Adakalanya hadirmu tak dirindui (lagi)

Hadi, kau tak pernah tahu begitu ciutnya nyaliku menghadap dirimu.

Aku yang begitu susah payah mengumpulkan keberanian, tak pernah lelah meski kau bilang "Kau masih tak meyakinkan".

Kau tak pernah tahu sakitnya aku saat kau bandingkan aku dengan patung penuh riasan, aku hanya bisa menelan ludah. Kau hanya tersenyum, aku tahu, senyummu sedikit meremehkan.

Dan aku malu, aku masih terus menganggapmu. Kau yang selalu ku bela di setiap keputusasaanku hadir, kau yang slalu ku harapkan di setiap kelelahan. Meski kau pada akhirnya hanya seapaadanya Kau, tak ingin lebih bahkan tak pernah untuk bisa lebih.

Sampai saatnya tiba, kau tak lebih dari 'sekedar pernah hadir', lalu pergi. Kau tak pernah (lagi) berarti, bahkan, aku tak habis pikir "Mengapa aku menggilai sosokmu? yang bahkan, perilakumu saja tak ada yang membuatku terkesan".

Mungkin ini yang mereka bilang 'cinta itu buta', tapi percayalah, bahwa kebutaan hanya berbalaskan penyesalan, karena sering kali ia hanya menyesatkan Hadi.

 

Dilihat 26