Muncul kembali setelah 6 thn menghilang

devi asri
Karya devi asri Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 April 2016
Muncul kembali setelah 6 thn menghilang

Untuk sesaat biarlah saya melayang ke masalalu, Setelah 6 thn menghilang, masa lalu itu muncul lagi.

Dimana selama ini pencitraan yang saya tangkap adalah dia telah bahagia dengan hidupnya. Namun Dia kembali dengan banyak pertanyaan, entah pertanyaan kabar maupun pertanyaan-pertanyaan nostalgia.

Selama 6 th terakhir kami hanya selalu berkutat dengan imajinasi-imajinasi yang tak lain seperti benang kusut tak berujung.

Percakapan ?sebentar ? itu pun memberi jawaban atas apa yang terjadi selama ini, banyak hal yang mencengangkan yang terjadi dibalik perasaannya, dimana dia selalu terlihat perfect dari luar.

Mulai dari, dia merasa nasipnya sekarang memang hanya seperti ini padahal dulu dia telah berusaha habis-habisan untuk kami, dan akhirnya menikah duluan agar dia tidak tambah sakit jika saya menikah duluan. Apakah saya boleh menyimpulkan jika itu hanya pelarian?

Ya dia pun cemburu saat ku sakit ada kekasihku saat itu, tapi keadaan memang sudah berbeda, walau dia masih memimpikanku.

Ku tegaskan apakah rasa itu masih ada? Hanya di jawab ?aku tak bisa menjawabnya?,

Apakah jawabannya masih seperti jika pertanyaannya ?sebesar apa cintamu? yang pasti dijawab dengan ?seujung kuku?, dan jika pertanyaannya ?dimanakah bulan dan bintang tidak berjauhan?? jawaban nya pasti ?diatas masjid?

Dengan tegas dia menjawab ?kuku yang itu sudah lepas, dan masjid sudah tak bermenara?.

Ok, dengan dagu terangkat harus kuakui ternyata memang no more ?rasa? again. But then what?? Dia mengoreksi anggapan dari perasaan ini, berujar bahwa saya salah tafsir, walau satu kuku telah lepas masih ada 19 jari lagi yang mempunyai ujung kuku, walau masjid tak lagi bermenara, tapi di dalamnya pasti minimal ada kaligrafi bulan memeluk bintang. Kata-katanya menegaskan semua masih ada tapi hanya kemasannya berbeda, masa lalu yang tak kan layu,dia yakin perasaan kita masih sama, tak perlu lagi membuka hal yang perih. Ya dia benar, membuka itu memang hanya seperti merasakan kembali rasa sakit kala itu, padahal sudah saya berusaha untuk tak merasakannya dengan hati. Aku kira setelah dia menarik garis tegas dia akan pergi (lagi), tapi seolah-olah berkata sebentar aku harus kembali ke keluargaku dulu.

Kami menyadari bahwa ini bukanlah permainan dan tidak bisa untuk dimainkan, kami sudah mempunyai keluarga, semua terlalu na?f jika perasaan ini tidak dilepas dan terlalu mahal sesuatu yang harus dipertaruhkan jika kami salah langkah. Maafkan ku pasanganku, tak ingin ku berkhianat karena kamu dan anak-anak lah yang paling penting. Rasa yang ada dari masalalu pun hanya sebatas intermezzo atau endapan perasaan, krna hati ini telah terpenuhi rasa cinta dari mu dan anak-anak.

  • view 97