Jangan melawatkan ide kebaikan !

Devi Adia
Karya Devi Adia Kategori Motivasi
dipublikasikan 21 Juni 2017
Jangan melawatkan ide kebaikan !

“ lakukanlah kebaikan sejak lintasan pikiran pertama.( Yasir Mukhtar )”

Dalam fitrahnya manusia memang di berikan perasaan yang di condongkan kepada hal - hal kebaikan. Berbuat baik kepada sesama, tidak saling menyakiti ataupun membenci ada dalam tiap hati manusia, karena sejatinya manusia di bekali akal untuk berfikir serta hati untuk merenung.

Benar jika ada pepatah menyebutkan kurang lebih begini “mintalah fatwa kepada hatimu, itulah kebenaran”. Allah selalu memberikan naluri kebaikan itu kepada siapa yang Dia Kehendaki.

Sedikit pengantar itu sekiranya bisa saya rasakan saat ini. Saya seringkali di hadapi pada situasi dimana ide ide atau hal kebaikan muncul dan segera untuk saya kerjakan. Terlintas begitu saja. Namun lagi-lagi, jarang saya langsung mengeksekusi atau mengambil action. Ya, ketika ide itu muncul, saya di hadapi dengan alasan yang sebenarnya saya buat sendiri. Biasanya alasan untuk menunda kebaikan itu bisa di latar belakangi dengan muncul pertanyaan , apa saya mampu ? nanti orang tidak suka lagi ? biarlah nanti tunggu orang lain dulu yang mengerjakan, baru saya nanti ? dan banyak pertanyaan lagi yang membuat ide kebaikan itu hilang begitu saja.

Penyelasan memang selalu di akhir. Akibat melewatkan ide kebaikan itu, saya sering berkata “yah, coba saya melakukan duluan”, “nyatanya itu simple tapi oke”, dan ucapan penyesalan lainnya. Sering kali itu membuat saya kehabisan ide, menguras banyak energi positif bahkan kadang perasaan malas hinggap begitu saja dalam diri.

Dalam islam, kegalauan saya ini ternyata sudah ada solusinya. Mungkin sebagian kita mengenal dengan kata “ fastabiqol khoirat” atau berlomba lomba dalam kebaikan. Ya, betapa kita di anjurkan untuk berlomba melakukan kebaikan apapun di dunia ini. Karena dunia adalah ladang kita mengais pahala lewat kebaikan kebaikan yang dapat kita raih. Sedikit dari kita untuk lebih sabar dalam melakukan kebaikan, hingga kadang kebaikan tidak bisa se-istiqomah.

Saya akhir – akhir senang membaca kisah inovator kebaikan di kalangan pemuda terutama yang berada di Indonesia. Mereka tidak menunda ide kebaikan, namun ide mereka hingga kini di rasakan kebermanfaatnya khususnya di Indonesia.

Jika saja dr.Gamal Albinsaid menunda ide klinik asuransi sampah, mungkin masih banyak orang miskin yang tidak pergi ke pelayanan kesehatan. Jika saja AlFatih Timur tidak merealisasikan ide kitabisa.com, mungkin hari ini kita masih menggunakan cara lama untuk melakukan donasi dan galang dana.

Mereka salah satu pemuda di Indonesia yang tidak melewatkan kesempatan berharga ketika ide kebaikan itu muncul. Mereka berani dan tanpa banyak membuat alasan. Mereka salah satu contoh konkrit di Indonesia yang sudah kita rasakan manfaatnya dari ide kebaikannya. Saya yakin, banyak orang- orang disana memilki banyak ide kebaikan yang belum terealisasi. Banyak dari kita yang takut mengungkapkan ide kebaikan atau bahkan merasa ide kebaikan itu tidak penting. Padahal di Indonesia butuh banyak ide-ide kebaikan yang harus segera terealisasi khususnya ide kebaikan dari pemuda.

Pemuda sebagai lokomotif peradaban bisa menjadi agen kebaikan untuk Indonesia.

Mari pemuda, lakukan ide kebaikan.

Idemu adalah salah satu ladang amal kebaikan yang kelak nanti akan kamu petik di akhirat nanti. Aamiin

Semangat mencetuskan ide kebaikan, dan jangan melewatkan ide kebaikan

 

Saya ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang membaca tulisan saya ini. Jika ada saran membangun, penulis sangat mengapresiasi dan open minded. Selamat membaca

Devi Adia-Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

  • view 79