Geology

Deti Fitri P
Karya Deti Fitri P Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Februari 2017
Geology

MUSEUM

KARYA DETI FITRI PEBRIANI

 

Aku tahu kita tak sama-sama tahu. Meski terlihat konyol dengan “sok tau”ataupun saling menerjemahkan bahasa latin yang tertera walaupun hanya sedikit saja yang bisa kita pahami. Seolah mencoba seperti antara “ guide & turis “ .

benda-benda bersejarah, bernilai, pusaka semua terpampar disini. Bahkan, ada yang hingga dilindungi kaca dan ada keterangan kecil deskripsi dari benda-benda yang tertera dan asal mula temuannya.

Sesekali kita menyusuri bagian tempat-tempat disini. Sangat luas, penuh antusias dan dengan “imu yang kita dapati”.

Sesekali kau memegangi erat tanganku .karena, mungkin kau takut aku terbawa rombongan bus pariwisata dari berbagai penjuru daerah itu yang sangat riuh dan ramainya. Untuk “observasi”.

“hmmmmmmmmmmmmmmmh tenanglah, meski aku mungil aku takkan terbawa”. gumamku dalam hati.

Sesekali aku memandangi wajahmu berkhayal dengan hal lucu yang berkaitan dengan benda -benda yang ada disini kita tertawa dengan riang.

Disini ada berbagai macam fosil purbakala, ada contoh batuan alam, ada sejarah tentang manusia, ada simulasi gempa bahkan ada pula bekas sisa kejadian gempa yogya berberapa tahun silam, betapa dahsyat akan kehendak & kuasaNya. Seperti lirih dalam hati bergumam dengan 1001 doa-doa terperanjatnya saat itu.

Iya, ini adalah “Museum” salah satu museum dikota bandung. Dengan tiket masuknya kita akan memasuki sebuah gedung dengan peninggalan sejarah, nya diwaktu lampau ataupun baru sebagai bukti bersejarah dimasa kini. Dan sisa benda-benda rusak itupun menajadi bagian bukti sejarah gempa yang pernah terjadi di indonesia.

Dan menurutku yang paling membuat pengunjung disini tercengang ditempat ini adalah ketika memasuki ruang benda sisa gempa ini. Dan tak jarang pula kulihat sesekali banyak orang yang mencoba simulasi getaran gempa banyak anak kecil yang naik untuk mencobanya dan menangis setelahnya mungkin karena, kaget.”hahahaha lucu sekali eksperisi mereka saat itu untung saja didampingi petugas ”.

Padahal itu hanya beberapa menit saja!

Caraku memang terlihat “ kuno ” tapi, cara ini adalah sekalii atau sekian kalinya yang bisa kunikmati di waktu luang sambil menjelajahi kota ini,kota tercinta ini “ b.a.n.d.u.n.g “.

 

  • view 41