9. Biar Semesta Mengaturnya Untuk Kita

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 10 Oktober 2017
Untuk Lelaki yang Ku cemaskan

Untuk Lelaki yang Ku cemaskan


Beberapa hal mungkin tak bisa terjawab..sedangkan hal yang lain lebih indah tersimpan.

Kategori Cerita Pendek

2.1 K Creative Commons (CC) Atribusi
9. Biar Semesta Mengaturnya Untuk Kita

Aku melangkah perlahan, hampir saja ku seret saja kedua kakiku ini. Terasa berat. Hilang daya ini meluruh bersama butiran rinai air mata yang berjatuhan dari sudut kedua pasang bola mataku. Hujan yang mulai membasahi bumi bulan Oktober ini memberikan dukungan terbaik membantu menyamarkan isak yang selalu coba ku sembunyikan dari nanar tatapmu. Aku berhenti sejenak di bawah pohon randu, tergoda aku memalingkan wajah untuk melihat indah wajahmu tuk terakhir kali. Hening. Hanya ada deru hujan dan angin yang memainkan nada-nada minor mengiris relung hati yang mulai membeku. Aku masih terpaku, diam tak berdaya tanpa kata.

Terdengar langkah kaki mu menembus kecipak air yang mulai menggenang di pelataran berbatu. Tanganmu meraih lenganku, menarikku ke dalam peluk hangatmu. Tangisku tak terbendung, isak itu tak tertahan. Kau erat mendekapku. Senja dan hujan hari ini, menjadi saksi bisu ada hati terluka akan sebuah pisah meski itu hanya sementara.

...

Baru berlalu beberapa minggu, dan jiwa ini sudah sedemikian pilu. Andai ada upayaku menggunting jarak antara kau dan aku, mungkin tak akan sepedih ini menanggung bertumpuk-tumpuk rindu. Jika ada dayaku melipat waktu, mungkin tak akan seberat ini menahan berton-ton keinginan bertemu. Aku terduduk pada sudut ruang kelu, tak ada tempatku mengadukan haru biru rindu.

Apakah harus ku buang saja bayangmu? Melemparkan lukisan indah wajahmu pada bukit berbatu? Membenamkan cerita kisah antara kau dan aku pada hamparan pasir berdebu? Meninggalkan ingatan tentang mu di tengah jalanan subuh? Membakar habis semuanya sampai aku amnesia?? Apakah harus begitu?

Tuhan pasti mendengar semua itu, mengetahui dengan baik atas setiap rasa dan apa saja yang terjadi antara kau dan aku. Dan aku pun masih percaya bahwa semua tak kan terjadi tanpa ijin Nya. Dan aku pun meyakini bahwa Tuhan selalu punya cara sendiri atas kehidupan kita.

...

Duhai engkau lelaki yang ku cemaskan..

Tak usah bertanya akan menjadi apa kita nanti..tak perlu merisaukan akan seperti apa hubungan kita kelak..tak perlu risau akan menyesalkah aku menjalani semua ini..

Cukup engkau tau, bahwa aku tak akan meninggalkanmu..

Selama masih bisa ku upayakan segala daya dan upaya untuk bersabar, maka pasti ku lakukan.. Selama masih mungkin bagiku menemani, maka pasti ku berikan apa saja untuk membuatmu bahagia bersamaku..Selama masih bisa diriku mendekap jiwamu, maka pasti ku lembutkan kasihku untuk menyamankan ragamu..

Percayalah... semesta akan mengatur yang terbaik untuk kita..

Jikapun rindu ini nanti tak akan mengulang temu, maka biarkan aku membersamaimu lewat doa-doa panjangku.. karena bahagiamu adalah harap terbesarku. Simpanlah kolase rindumu lewat bait-bait tunggu meski entah kapan hati akan beradu.

..

  • view 110