5. Tuhan, Jangan Pernah Tega Membuatnya Hilang Arah

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 Juni 2017
Untuk Lelaki yang Ku cemaskan

Untuk Lelaki yang Ku cemaskan


Beberapa hal mungkin tak bisa terjawab..sedangkan hal yang lain lebih indah tersimpan.

Kategori Cerita Pendek

1.9 K Creative Commons (CC) Atribusi
5. Tuhan, Jangan Pernah Tega Membuatnya Hilang Arah

Udara masih terlalu dingin saat taksi ini membawaku membelah jalanan kotamu. Purnama yang sudah tak sempurna bentuknya terlihat bersinar pucat pasi di cakrawala. Beberapa lampu jalanan masih benderang. Lalu lintas mulai menperlihatkan geliat kota ini. Beberapa jiwa mungkin masih nyaman dalam peluk kehangatan membuai mimpi-mimpi semalam. Dan aku, menatap hampa pohon2 yang bergerak seolah berlariberlawanan arah dengan laju kendaraan yang aku tumpangi. Berkelabatan mimpi buruk yang tiba-tiba  memberangus semua nilai-nilai baik yang ku tanam untukmu. Ah, aku bergidik ngeri. Tak bisa ku bayangkan jika semua mimpi itu akan menjadi nyata.
.

Aku mendengus lemah, sopir taksi itupun menoleh ke arahku. Suaranya menyapa dengan lembut.

"Ada masalah mbak?"

Aku memperbaiki posisi duduk dengan menyandarkan kepalaku pada sandaran kursi, sedikit terlihat malas. Aku menggeleng, menjawab pertanyaan sopir taksi itu.

"Hanya mengalami mimpi buruk semalam, Pak."

"Kata orang tua saya di kampung mbak, mimpi buruk itu tidak boleh diceritakan. Takutnya beneran menjadi kenyataan. Lebih baik banyak beristiqfar dan berdoa. Dan lupakan saja mbak, semoga hanya bunga tidur." Suara Pak Sady, nama sopir taksi yang membawaku menuju bandara pagi ini. Aku mengangguk sambil memejamkan mataku.

Bayangan dirimu yang sedang bermanja dengan beberapa perempuan kembali berlarian di kepalaku. Perempuan-perempuan bertubuh semampai dengan rambut tergerai, para lady escort yang melihatnya saja mampu mebuat dada para lelaki berdesir. Aku beristiqfar, sebagaimana yang disarankan Pak Sady tadi, mengharapkan ketenangan dan kekuatan untuk bisa melupakan mimpi itu.  Tak bisa ku bayangkan kau bermain wanita seperti itu. Tiba-tiba ada rasa pedih menancap tepat di ulu hatiku, asam lambung kurasakan menyeruak menyebabkan mual tak tertahankan. Oh Tuhan, jangan biarkan itu menjadi nyata. Lindungi lelaki itu, lindungi ia yang selalu ku cemaskan.

.

Ada sekelumit hati yang risau tak berkesudahan. Beberapa kali harus ku tikam perasaan tak baik tentang mu. Sepanjang deru jalanan ku rapalkan doa untuk memeluk jiwamu. Tuhan.. jangan pernah tega membiarkannya sengsara dan hilang arah. Ada buliran hangat yang menuruni tebing pipiku, bersama turunnya gerimis yang mengiringi perjalananku meninggalkan kotamu.

Jaga dia Tuhan..jaga kebaikan hatinya. Beri ia kekuatan untuk mampu melewati semua godaan hidupnya...

  • view 168