Belati kata

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 Juni 2017
Belati kata

Bukan karena aku ingin melangkah meninggalkan semua kenangan kita. Seharusnya kau tau, bahwa rasa ini sungguh sudah tak lagi sama. Cerita ini sudah bukan lagi tentang kau dan aku, tak ada lagi rindu yang bergaung menjerit dalam sudut hati memanggil namamu, sudah bukan lagi sandaranmu yang ingin ku singgahi manakala penat jiwaku. Kisah yang tak lagi mampu membuatku kuat menapak lika liku hari yang terkadang ganas melibas. Tak lagi ku temukan kekuatan pada peluk hangatmu. Bukan lagi tenang yang ku peroleh dari tatapan netra mu saat dadaku mulai mengombak penuh amarah. Bahkan sentuhmu tak lagi mampu meredakan tangis yang pecah karena tak berdayanya aku memaknai hadirmu.
.
.
Aku cukup lelah dan hilang makna manakala tatap kita beradu berkecamuk amarah meluap dari dada kita. Diksi dan kata-kata ku seolah mengering dan meranggas meninggalkan kelembutannya. Aku menyakiti mu dan engkaupun seolah tak lagi enggan melukaiku. Terlalu banyak kalimat prasangka yang saling kita hujatkan pada jiwa yang tak lagi bergandengan. Belati kata yang selalu menghunjam memisahkan hati dari ketulusannya. Sembilu tipis mengiris segenap perasaan yang tak lagi menemukan muaranya. Godam bentakan yang sering meremukkan rindu yang menjelma jadi jenuh dan beku. Aku berantakan, hancur berserakan jiwaku dalam kekosongan.
.
.
Apa namanya kini jika semua telah menjadi pudar dan tak bernyawa? Aku kehilangan keyakinan pada bangun cinta yang pernah kita tata.. Seolah semua menjadi buram tak lagi ada cahaya di sana.. tidak juga ada nyaman pada pundak yang seharusya selalu untuk ku.
.
.
Yah,,, aku menyerah untuk tak lagi beriringan bersamamu membangun impian dan doa untuk masa depan kita. Aku akan berbalik arah, memunggungimu dan melangkah menjauhi semua cipta rasa yang sempat kita puja.

Selamat tinggal...selamat berpisah.

  • view 82