COPAS DARI GRUP SEBELAH ???

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Renungan
dipublikasikan 23 Mei 2017
COPAS DARI GRUP SEBELAH ???

"COPAS DARI GRUP SEBELAH? "
.
"Revisi lagi bu, tulisannya gak berkualitas. Tambahin jurnal internasionalnya. Tambahin referensi nya. Baca buku2 berbobot bu. "
.
Duh..itu rasanya ya, draft proposal tesis langsung di lempar ke muka saya sama Pak Dosen pembimbing. Hanya bisa nelen ludah. Pahit.
.
"Oya bu, kalimatnya jangan gaya bahasa koran ya. Ini draft tesis, gunakan bahasa ilmiah. Dan jangan plagiat. " suara Pak Dosen kembali mengagetkan saya.
.
Udah luka, di garamin lagi. Nyeri hate ini mah.. ????????
.
Tapi itulah proses, setelah berjibaku dengan kritikan dan saran yang menyayat hati hampir seminggu dua kali. Akhirnya tugas penulisan tesis itu kelar juga. Dari proses ini aku belajar, bahwa menuangkan ide dalam bentuk tulisan itu butuh perjuangan panjang. Menulis sebuah informasi tidak cukup bermodal COPAS DARI GRUP SEBELAH. Ada yang namanya penelusuran pustaka dan pencarian referensi. Kita juga harus tau, siapa penemu sebuah ide atau gagasan.. bukan hanya untuk mendapat keabsahan pustaka namun juga untuk menghargai ide atau gagasan tersebut.
.
Dan rupanya nih.. sekarang kebanyakan pemirsah media sosial sudah tidak lagi mengindahkan yang namanya penelusuran ide. Gak peduli siapa yang punya ide dalam sebuah tulisan, asal copas aja tanpa mencantumkan link sumber tulisan ataupun nama penulisnya. Dan ketika di tanya dengan mudah menjawab "gak tau, gue dapat dari grup sebelah". Duh.. ????????
.
Saya bukan menuduh ya, coba diinget2 lagi deh.. yang hobi ngopas informasi tanpa tau kebenaran informasi yang di bagikan apa dulu pas nulis skripsi atau tugas sekolah hobi nya copas ya? Just kidding ????...tapi mungkin ada baiknya direnungkan ya, karena menghargai sebuah tulisan itu PENTING.
Jika sebuah barang aja dibutuhkan ketelusuran atau kejelasan status asalnya untuk menjamin keamanan pangan (tsaah, mentang2 kerja di ketahanan pangan nih :D ) maka, begitu juga sebuah ide.. dia butuh ditelusuri sumbernya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengecek kebenaran informasi nya. Bisa dibayangkan gak, ketika kita membagi informasi yang salah atau hoax, bisa beurujung fitnah atau celaka bagi orang yang mempercayai informasi tersebut kan. Hhhmmm...
.
Jangan copas tapi bagikan dengan mencantumkan link dan nama penulisnya akan lebih bijak, setidaknya itu bentuk penghargaan kita terhadap diri sendiri agar tidak di cap sarjana media sosial. Hargai sebuah karya, karena itu buah pemikiran sang penulis.
.
(menulis untuk @30haribercerita #10hbcgelisah04 #10hbcgelisah )

  • view 79