Agamaku.. Pilihanku

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Renungan
dipublikasikan 22 Mei 2017
Agamaku.. Pilihanku

(Berani bersuara berani.. )

Ketika lagi viral sebuah tulisan tentang WARISAN.. saya cukup lama merenung, iya ya.. agama yang saya anut ini di ajarkan oleh orang tua saya yang muslim. Sejak kecil, dari SD hingga kini saya masih tetap menganut agama yang diajarkan orang tua saya.
Namun, itu bukan karena hanya turunan.. tapi saya percaya dan yakin sepenuhnya bahwa apa yang di ajarkan orang tua saya benar. Jika tidak, saya bisa pindah agama kan.. toh tidak ada larangan untuk berpindah agama.
Apalagi dengan usia yg cukup matang saat ini, siapa yang bisa melarang saya mengambil keputusan untuk pindah agama?
Agama saya memang di ajarkan oleh orang tua saya, tapi akal dan ilmu pada akhirnya ikut memantapkan keyakinan tersebut. Dan ya.. saya memilih..memilih untuk tetap dalam agama yang sejak kecil saya anut.

***

Perlu juga diingat, tidak semua lo pemeluk sebuah agama itu karena warisan... banyak dari mereka yang berjuang untuk menemukan agama yang mereka yakini benar. Lalu kemudian meninggalkan agama lama yang dirasa tak bisa lagi di yakini.

***

Bicara agama bukan lagi bicara warisan, tapi ini tentang keyakinan dan keimanan.. tentang ideologi dan prinsip hidup. Jadi hal yang sangat wajar jika pemeluk nya yang taat membela prinsip hidup mereka dengan sangat teguh.. Maka jangan coba2 menyamakan semua agama.. karena jelas sekali, tiap agama itu berbeda..

"untukmu agamamu, dan untukku agamaku"

***

Jika di negara ini memang masih ber Pancasila.. bukankah seharusnya menghormati cara pemeluk sebuah agama untuk menjalankan ajaran agamanya dengan baik? termasuk di dalam nya menghormati orang yang mengamalkan surat Al Maidah:51 serta memelihara jenggot dan berniqab???? Karena keruwetan yang terjadi saat ini sebenarnya kan hanya karena seseorang yang salah bertutur tentang Al Maidah:51 yang padahal dia sendiri tak meyakini dan bukan pemeluk agama dari kitab suci tersebut.
Dan tak perlu juga pemerintah sampai harus mendiskreditkan pemelihara jenggot dan perempuan bercadar karena menganggap mereka teroris.

***
Damai Indonesiaku.. Mari saling menghargai.
Menulis untuk tantangan @30haribercerita #10hbcgelisah #10hbcgelisah02 dipublikasi via IG dan FB tanggal 20 Mei 2017

  • view 68