Untukmu Saudari, Relakan..

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Februari 2017
Untukmu Saudari, Relakan..

Aku mengagumimu saudari, sejak mula aku mengetahui tentangmu. Entahlah, imajinasi tentangmu tiba-tiba saja menyulam begitu indah dalam otakku. Auramu serta keindahan sabarmu begitu mempesona dalam bayanganku. Atau, dia saja ya yang begitu merdu bercerita tentangmu sehingga semua tentangmu terdengar indah di telingaku.

Aku minta maaf padamu, wahai saudariku. Entah apakah ini adil atau tidak bagimu. Aku mengetahui tentangmu, sedikit banyak tahu lewat beberapa kisah yang sampai di hadapanku. Apakah kau mengetahui kisah yang sama tentangku, yang sebenarnya? Tidak, bukan aku mengingini kau mengetahui tentangku dan dia karena aku takut sekali itu akan melukai hatimu.

Maaf terbesarku padamu adalah karena aku mengambil waktu dia, yang bisa jadi itu mengurangi hak mu untuk bersamanya. Ah saudari, apakah ada hak mu yang terlanggar olehku? Apakah kehadiranku telah melukai perasaanmu sebagai seorang wanita? Pertanyaan macam apa ini, bodoh rasanya ya. Mana ada perempuan yang rela belahan jiwa nya bersama dengan perempuan lain? Mana ada perempuan yang mau cintanya diduakan? Maaf kan aku saudari, sungguh maafkan aku.

Jika menghukumku mampu membuatmu memaafkanku, maka hukumlah aku. Tapi tolong, relakan dia meluangkan waktu untuk menemaniku. Relakah engkau saudari? Maukah kau berbagi sedikit saja denganku? Mungkin kau akan memakiku, mengatakan aku gila, anjing atau apalah. Apa aku mesti bersimpuh di hadapanmu, untuk meredakan marahmu?

Katakan saudari, apapun yang kau minta akan aku lakukan untukmu. Selama aku mampu akan ku upayakan sekuat tenagaku untuk kebahagiaanmu. Namun satu hal saudari, jangan minta dia menjauhiku ataupun melarang dia bertemu denganku. Aku bisa nelangsa luar biasa menahan rindu tak ada dirinya.

Aku tidak akan meminta cinta berlebih darinya, aku hanya mau dia selalu mengingat dan menganggap aku berarti. Dan sebaliknya, aku akan mendoakan semoga kalian mendapat sakinah mawaddah warohmah. Dalam pandanganku, engkau adalah sosok berhati mulia dan penuh maaf. Bukankah Aisyah pun harus merelakan Rasulullah di hari lainnya untuk bertemu ummul mukminin yang lain? Ah, tak patut rasanya aku berkata begitu. Tapi kata dia, engkau adalah perempuan solehah yang selalu tunduk pada ayat suci dan hadis Nabi mu.

Ku mohon saudari, ikhlaskanlah hatimu. Jika memang ada suratan takdir yang akan menempatkanmu di pintu surga dengan asbab seperti itu, maka terimalah semuanya dengan hati lapang. Entah, apakah aku atau perempuan lain yang akhirnya akan menjadi teman setia mu mengabdi kepada dia, seseorang yang kita cintai bersama.

Dilihat 128