Perlukah ilmu cenayang?

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Januari 2017
Perlukah ilmu cenayang?

Lagi apa sih?

Biasa, lagi ngobrol.

Kerja?

Iya, kerjanya kan ngobrol.

Ooo, ngobrol sama siapa?

Klien.

Klien melulu, sama aku nya kapan?

Ini, lagi ngobrol.

Yang live.

Iya.

Iya doang.

Trus??

Hhhmmm

Kangen?

Emang kalau bilang kangen, mau langsung datang?

Hehehe

Iih, gitu aja.

Maunya gimana?

Ya udah lah.

 

Menurut buku yang ditulis oleh John Gray, laki-laki dan perempuan berasal dari planet yang berbeda. Perempuan dari planet Venus dan laki-laki dari planet Mars. Dengan karakter dan pola pikir yang berbeda, mungkin cukup untuk menjadikan perbedaan itu sebagai salah satu alasan terjadinya miss komunikasi. Pasti pada pernah ngalamin kan, ketika seorang perempuan berkata berputar-putar atau malah terkesan berbelit-belit dan tidak to the point. Padahal maksudnya meminta suatu hal kepada seorang laki-laki. Atau bahkan, perempuan diam saja dan berkata “gak papa kok” atau “Ya sudahlah” atau “terserah” tapi tetap berharap si laki-laki mengerti apa sebenarnya yang di maksudkan.

Hellow,,,di pikir si laki-laki seorang cenayang atau punya indra keenam atau mungkin dukun yang bisa menebak apa isi kepala si perempuan? Hehehe. Tapi begitu yangs sering terjadi sih ya. Hayo, pada ngaku gak ni para perempuan? Hehehe. Kenapa bisa begitu ya?

Saya coba jawab deh, kan saya juga perempuan..siapa tau dapat mewakili paraperempuan lain (misalpun tidak mewakili, dan ini hanya subyektif dari saya belaka mohon dimaafkan ya). Kira-kira begini ni, kenapa perempuan terkadang sulit sekali mengatakan keinginannya:

  1. Ketidakjujuran terhadap perasaan. Biasanya terjadi karena perempuan malu untuk mengungkapkan kemauannya sehingga dia hanya menunjukkan dengan sikap dan tidak mau mengungkapkan dengan bahasa lisan yang jelas, namun berharap laki-laki mampu memahaminya dengan baik. Hehehe
  2. Cenderung menuruti intuisi atau feeling Nah, intuisi dan feeling yang dimiliki bisa jadi benar bisa jadi salah. Atau bahkan lebih cenderung kepada prasangka yang dirangkai dari peristiwa atau kejadian yang ada disekitarnya.
  3. Cara berkomunikasi dengan menggunakan kosakata yang bebas dan cenderung dramatis. Nah, perbedaannya adalah laki-laki lebih menyukai informasi yang harfiah dan jelas. Hal ini terjadi karena perempuan ingin mendapatkan perhatian dan ingin perasaannya di hargai.

 So, coba deh ya kamu para lelaki mempelajari teknik dukun atau cenayang dalam membaca pikiran kami para perempuan. Karena dibutuhkan ilmu tingkat tinggi untuk memahami bahasa perempuan yang cenderung mbulet padahal cuma mau bilang satu hal. hehehe.

Nah, kalau contoh pada dialog diatas si perempuan mo bilang apa ya? bisa nebak gak? 

 

  • view 130