Kamu egois!

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 28 Desember 2016
Kamu egois!

Kamu egois!

Aku?? Aku hanya tak mau peduli, dia akan tau atau tidak.

Tapi itu egois. Bukankah seharusnya kau menjaga perasaannya?

Harus aku? Trus siapa yang menjaga perasaanku? Siapa yang akan peduli kepadaku?

Kenapa kau jadi keras kepala?Aku melihatmu kini berubah.

Iya, aku lelah.

Sudahlah, semua yang kau perjuangkan itu tidak sepadan dengan yang akan kau lepaskan.

Tidak ada yang perlu terlepas. Kenapa harus ada yang dipilih?

Kau menyakitinya. Kau pikir dia tidak akan menjauh darimu setelah semua yang kau lakukan?

Aku melakukan apa? Aku hanya menjalani apa yang ada didepanku dan membuatku bahagia.

Tapi dia tak suka.

Kenapa?

Karena dia menginginkan berbahagia dengan orang itu, bukan kamu.

Menurut siapa? Menurut dia kan? Ya sudah kita berbagi. Toh sama saja, aku dan dia sama-sama bukan prioritas.

Kamu gila.

Iya. Memang. Bukankah memang begitu. Aku lelah.

Lelah yang kau buat sendiri. Sudahlah, apa tidak ada orang lain?

Tidak ada.

Yakin??

Aduh, aku gak bisa berpikir seperti itu. Kamu harusnya tau, tidak semudah itu aku jatuh cinta sama orang kan?

Gak yakin.

Maksudmu?

Gak yakin, kalau kamu jatuh cinta sama dia.

Aku suka ada didekat dia. Aku suka melakukan sesuatu demi dia.

Suka bukan cinta.

Bukankah semua memang diawali dari suka? Ah sudahlah, jadi menurutmu aku harus gimana?

Buang semuanya. Kembali seperti dulu. Menjadi teman yang menyenangkan bagi semuanya. Kau lihatkan, bukan hanya dia yang tak suka dengan hubungan kalian..aku juga, dan beberapa yang lain juga.

Ahh, apa bukan kalian yang egois sekarang?

Kamu sekarang menjadi seperti dia.

Menjadi seperti dia? Bukan menjadi seperti dia, aku hanya ingin ikut menikmati kebahagian bersamanya.

Apa kau benar menikmatinya?

Iya. Aku menikmatinya. Bahkan sangat antusias.

Kau berubah.

Bagian mana? Aku tak mengerti?Sebenarnya apa yang kalian khawatirkan dariku? Takut aku tak lagi bersama kalian?atau kalian takut aku disakiti oleh dia? Atau apa?

Entahlah. Aku sendiri hanya tak suka. Entah dia.

 

Aku menghela nafas, menatapmu dari balik punggungmu. Kamu, orang yang ku anggap mengerti aku kini telah menganggapku egois. Maafkan aku. Aku melangkahkan kaki, menata lembaran-lembaran foto yang tercecer di lantai. Memungutinya dengan airmata luruh perlahan. Aku ingin berbagi bahagiaku denganmu, tapi nyatanya aku malah membagi luka untukmu. Maafkan aku.

 

 

 

  • view 521