Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 14 November 2016   15:48 WIB
Matahari tak perlu membenci kabut

Oleh: Desy Febrianti

Kabut tak perlu menjelaskan bahwa dirinya  mampu membawa kesejukan pada alam sekitarnya. Demikian juga matahari yang tak perlu membenci kabut hanya agar mampu memberi hangat pada bumi. Keduanya bisa berjalan seirama dan saling melengkapai, meski tak bisa saling bertemu.

Tak perlu menjadi irisan, karena semestinya kita bukan saingan. Tetaplah menjadi kabut, dan akupun akan tetap menjadi matahari. Kita tak perlu bersinggungan karena peran kita berbeda. Aku bisa jadi bukan tempatnya pulang dan mengatupkan rindu, tapi kamupun juga belum tentu menjadi tempat bersandar dan melepas lelah. Jangan membenciku dan jangan membuatnya jauh dariku. Aku tak senista itu dan kaupun tak sesempurna itu.

Mari duduk bersama, saling mengenal dan sebisa mungkin melihat yang lain dalam perspektif yang lebih luas. Aku tak sama denganmu, engkaupun mungkin tak sama denganku. Ia menyukaimu dengan apa adanya dirimu, dan iapun menyukaiku dengan semua keberadaanku. Kita tak perlu menjadi sama, karena kita mendapat cinta yang berbeda dari dirinya. Peluklah cintanya kepadamu sebagaimana aku memeluk cintanya kepadaku.

Karya : desy febrianti