Surat Cinta Untuk Raffi

desy febrianti
Karya desy febrianti Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Agustus 2016
Surat Cinta Untuk Raffi

Hai kamu..yang saat ini mendekap hatiku begitu erat. Apakah kau tau bahwa ada banyak kegelisahan yang ingin ku bagi bersamamu? Apakah kau tau bahwa ada satu ruang dalam diri ini yang tergores namamu? Apakah kau tau ada begitu banyak kerinduan saat kita terlalu jauh?

Ah, harusnya kau tau..karena semua itu adalah tentangmu.

Hai kamu, yang saat ini terus menari di mimpiku. Aku ingin engkau tau, bahwa ada salah satu bagian dari jiwaku yang tersentuh hatimu. Aku ingin engkau mengerti bahwa ada banyak perasaan mengharu biru manakala kita bertemu.

Aku masih saja menikmati setiap kebersamaan kita dengan penuh rasa suka cita. Menyesapi berbagai aneka rasa yang hadir manakala mengingatmu. Mengembara dalam labirin mimpi yang tak berkesudahan. Melukiskan berbagai asa yang tergantung dalam benak impian.

Aku terus saja memilih berlama-lama disini. Dengan ditemani senja dan irama mesin kereta yang terdengar merana. Sangat bertolak belakang dengan ritme dan nyanyian hatiku yang bersuka selepas berjumpa dengan mu. Dengan angin yang mengibarkan beribu kerinduan dalam hati yang tak berkesudahan.

Ah, harusya kau tau..karena semua itu untuk mu.

Hai kamu, yang tak pernah letih aku kenang. Aku memang telah menjatuhkan hatiku kepadamu. Aku memang telah memilihmu untuk membersamaiku menorehkan warna dalam hariku. Aku memang telah menyandarkan perasaan cinta kepadamu.

Meski pada potongan logika, perasaan kita terkadang dibenturkan. Berantakan semua hayalan dan ilusi rindu. Terkikis semua manakala mengingat itu. Kita pastilah paham betul bahwa kita ada dalam langkah yang berbeda. Sayap kita mungkin tak ditakdirkan mengepak bersama, setidaknya tidak saat ini. Dan pelan-pelan sakit menusuk manakala kesadaran tak bisa bersama, menggelayut dalam benak.

Bukan keberadaanmu yang menyiksaku, tapi rasa yang tak bisa menemukan sandarannya yang membuat perih. Bukan kerinduan yang menyayat hatiku, tapi rindu yang tak menemukan muaranya yang membikin perih. Bukan mengingatmu yang membuat luka, tapi kenyataan yang tak selaras impian yang membuat nestapa.

Hai kamu, yang tak pernah bisa aku raih. Maka biarkanlah perasaan kita menyatu dalam bayang-bayang mimpi. Bersama menapaki ilusi kebahagiaan yang berwarna. Menikmati aroma cinta berdua. Hanya ada kita. Maka biarkanlah takdir yang menuntun arah kemana semua akan bermuara. Karena kamu dan aku, hanya manusia.

  • view 190